oleh

Pers Harus Beritakan Legislator Yang Malas dan Rajin Tutup Mulut

METRO, Manado- Sebanyak 45 anggota DPRD Sulawesi Utara terpilih periode 2019-2024 akan dilantik, Senin (9/9/2019) sore ini, sekitar pukul 15.00 WITA. Para legistator terdiri dari PDIP 18 kursi, Nasdem 9 kursi, Golkar 7 kursi, Demokrat 4 kursi, Gerindra 2 kursi, PAN 2 kursi, PKS 1 kursi, PKB 1 kursi dan PSI 1 kursi.

Banyak ekspektasi dilayangkan masyarakat, terkait para wakil rakyat yang baru, mengingat legislator periode 2014-2019 kinerjanya tak terlalu memuaskan.

Salah satunya diungkapkan oleh akademisi Fisipol Universitas Sam Ratulang (Unsrat), DR Ferry Daud Liando. Menurut dia, dengan minimnya pengalaman penghuni baru Gedung Cengkih, maka harus ada perhatian khusus. Mulai dari adpatasi dan pengenalan serta pemahaman tujuan adanya kelembagan DPRD serta kewenangan-kewenangan yang harus digunakan untuk kepentingan rakyat. “Harus dipelajari tujuannya, agar kelak DPRD itu tidak dimanfaatkan hanya untuk kepentingan ekonomi. Kedua, perlu mempelajari apa yang menjadi kewenangan DPRD. Perlu pemahaman dasar soal teknik-teknik pengawasan, teknik penyusunan anggaran ataupun penyusunan legislasi,” ujar Liando, malam tadi.

Menurut dia, para anggota dewan yang barus juga perlu penajaman tata kelola pemerintahan sebagai objek pengawasan. Karena DPRD tidak mungkin akan mengawasi dengan baik jika objek yang diawasi, jika tidak dipahami.

“Masing-masing anggota DPRD perlu memetakan apa saja yang menjadi kelemahannya dalam menjalankan tugas nanti,” tambah dia.

Ia juga mengatakan, bahwa perlu adanya pelembagaan komunitas pers di DPRD untuk publikasi bagi anggota DPRD yang jarang hadir, tidak pernah berbicara di forum dan tidak pernah mengusulkan ide-ide kreatif dalam perumusan kebijakan publik.

“Kalau tidak ada institusi yang mengawasi DPRD maka kerja-kerja mereka akan berpotensi liar karena tidak ada yang mengawasi,” tukas Liando.

Selama ini, kata Liando, belum ada kebijakan pemerintah dalam mengukur Kinerja DPRD. Dan selama ini keberhasilan DPRD hanya merupakan klaim sepihak dari DPRD sendiri tanpa ada indikator atau instrumen yang jelas.

“Sehingga ke depan sangat urgen untuk menyusun kebijakan yang bisa digunakan mengukur kinerja DPRD. Hal ini diamksudkan untuk mendorong kerja-kerja DPRD makin berkualitas,” tutup Liando.

Seperti diketahui, legislator DPRD Sulut periode sebelumnya memiliki catatan buruk soal kinerja. Realisasi kegiatan perjalanan dinas sungguh luar. Setiap tahunnya, dana perjalanan dinas anggota dewan mencapai kurang lebih Rp19 miliar. Jika dikalikan lima tahun menjadi Rp95 miliar untuk satu periode. Anggaran sebesar itu, digunakan untuk perjalanan dinas dalam daerah, luar daerah hingga luar negeri.

Padahal selama lima tahun bekerja, DPRD Sulut periode 2014-2019 hanya mampun menelorkan Perda-perda yang diusulkan eksekutif. Sedangkan Perda inisiatif, yang semestinya berisi aspirasi masyarakat, DPRD Sulut mandul. Alias tak ada satunya yang ditelorkan. (YSL)

45 Anggota DPRD Sulut Terpilih Periode 2019-2024

Dapil I Kota Manado

1. Andrei Angouw (PDIP)

2. Kristo Ivan Ferno Lumentut (Demokrat)

3. Richard Sualang (PDIP)

4. Dr. J. Victor Mailangkay (Nasdem)

5. Yongkie Limen (Golkar)

6. Arthur Anthonius Kotambunan (PDIP)

7. Hi Ayub Ali (PAN)

8. Hi Amir Liputo (PKS)

Dapil II Minahasa Utara-Kota Bitung

1. Hengky Honandar (PDIP)

2. Nick Adicipta Lomban (Nasdem)

3. Priscillia Cindy Wurangian (Golkar)

4. Berty Kapojos (PDIP)

5. Netty Agnes Pantow (Demokrat)

6. Fabian Kaloh (PDIP)

7. Johny Panambunan (Nasdem)

8. Melky Jakhin Pangemanan (PSI)

Dapil III Nusa Utara (Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Sitaro)

1. Toni Supit (PDIP)

2. Winsulangi Salindeho (Golkar)

3. Fransiskus Andi Silangen (PDIP)

4. Ronald Sampel (Demokrat)

5. Syerly Tjanggulung (Nasdem)

Dapil IV Bolmong Raya (Bolmong Timur, Bomong Selatan, Bolmong, Bolmong Utara, Kotamobagu)

1. Rocky Wowor (PDIP)

2. Alfian Bara (NasDem)

3. HJ Muslimah Mongilong (PDIP)

4. Raski A Mokodompit (Golkar)

5. Nursiwin Yunus Dunggio (PAN)

6. Yusra Alhabsyi (PKB)

7. Mohammad Wongso (NasDem)

8. Julius Jems Tuuk (PDIP)

9. Sjenny Fanny Kalangie (Gerindra)

10. I Nyoman Sarwa (Nasdem)

Dapil V Minahasa Selatan-Minahasa Tenggara

1. Djein Leonora Rende (PDIP)

2. James Arthur Kojongian (Golkar)

3. Sandra Rondonuwu (PDIP)

4. Boy VA Tumiwa SH (PDIP)

5. Stella Marlina Runtuwene (Nasdem)

6. Billy Lombok SH (Demokrat)

Dapil VI Minahasa-KotaTomohon

1. Melisa Gerungan (PDIP)

2. Careig N Runtu (Golkar)

3. Dra Vonny Paat (PDIP)

4. Braien R.L. Waworuntu (NasDem)

5. Wenny Lumentut (Gerindra)

6. Imelda Nofita Rewah (PDIP)

7. Fanny Legoh (PDIP)

8. Inggried J.N.N. Sondakh (Golkar)