oleh

Pakai Kuningan Rp60 Ribu, Legislator PSI Belum Kembalikan Pin Emas

METRO, Manado- Mengaku memilih menggunakan pin kuningan seharga Rp60 ribu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara periode 2019-2024, Melky Pangemanan diinformasikan belum mengembalikan pin emas yang diberikan Sekretariat DPRD.

Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris DPRD Sulawesi Utara, Bartolomeus Mononutu SH kepada wartawan, Selasa (10/9/2019) sore.

“Belum ada pada saya. Kalau sudah dikembalikan tentu akan disimpan di Sekretariat DPRD,” katanya.

Soal penolakan memakai pin emas oleh Pangemanan pun mendapat tanggapan dari sejumlah legislator DPRD Sulut. Di antaranya, dua anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan, Berti Kapojos dan Sandra Rondonuwu.

“Pemberian pin emas itu dilindungi undang-undang.  Dianggarkan dan diberikan satu paket dengan pakaian jas saat kami dilantik. Kalau menolak pin emas, maka untuk jas dan lainnya juga jangan dipakai dan harus dikembalikan,” ucap keduanya kepada wartawan.

Seperti diketahui, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengaku lebih memilih memakai pin Rp60 ribu daripada memakai pin yang sudah diadakan Sekretariat DPRD yang harganya Rp 10 juta untuk masing-masing anggota DPRD.

Melky mengatakan, ada lima biji pin kuningan yang ia beli.

“Saya beli lima pin, jadi semuanya Rp 300 ribu. Kalau hanya beli satu, harganya Rp 75 ribu,” kata Melky diwawancara saat persiapan pelantikan di Kantor DPRD Sulut, Senin (9/9/2019).

Legislator daerah pemilihan (Dapil) Minahasa Utara-Kota Bitung itu menyatakan, pin dengan harga Rp 60 ribu tidak akan mengurangi esensi substansi kerja sebagai wakil rakyat.

“Dibandingkan yang harga Rp 10 juta, jelas ini lebih murah. Tidak berpengaruh kerja anggota DPRD. Tetap keren juga. Yang jelas ini untuk rakyat,” ujar dia lagi. (YSL)