Antisipasi Virus Corona Baru, KKP Manado Pasang Thermal Scanner

BAGI Ke :

METRO, Manado- Sejak merebaknya virus korona baru yang menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, China, beberapa negara mulai melakukan langkah pencegahan. Salah satunya lewat pemeriksaan suhu tubuh di bandara, stasiun, maupun fasilitas publik lainnya.

Di Bandara Sam Ratulangi Manado, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Manado memasang thermal scanner (pemindai suhu tubuh) untuk mendeteksi salah satu gejala pneumonia berat berupa demam dan suhu tinggi.

Kepala KKP Kelas II Manado, Yohanis Patari mengungkapkan bahwa pemeriksaan suhu tubuh ini diterapkan kepada setiap penumpang perjalanan internasional baik itu wisatawan, pekerja atau lainnya, terutama yang datang dari China, yang telah disebut negara endemis.

Baca Juga :  Cegah Virus Corona Masuk ke Sulut, Bandara Sam Ratulangi Tingkatkan Pengawasan

“Jika hasil deteksi thermal scanner melebihi 38 derajat celcius, maka ditindaklanjuti dengan melakukan wawancara. Termasuk pemeriksan fisik di ruang isolasi sementara,” ujar Yohanis, Rabu

Menurutnya, langkah ini dilakukan dalam rangka penegakan diagnosis, atau memastikan apakah penumpang yang dimaksud memiliki kecenderungan pneumoni berat.
“Setelah pasti sebagai suspect, yang bersangkutan akan dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk untuk perawatan lanjutan, dan juga laboratorium kesehatan untuk melakukan uji laboratorium guna memastikan jenis virusnya,” ungkap Yohanis.

Baca Juga :  Imigrasi Manado Antisipasi Wabah Pneumonia dari Cina

Dijelaskannya, selain melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan pemeriksaan visual kepada penumpang, KKP Manado juga membagikan health alert card (HAC) atau kartu kewaspadaan kesehatan bagi setiap penumpang dari luar negeri yang masuk ke Sulut.

“HAC digunakan sebagai alat untuk memantau kemungkinan munculnya gejala pneumoni berat, dan dipakai melapor ke fasilitas kesehatan terdekat di mana pelaku perjalanan berada,” jelas Yohanis.

Kartu tersebut, menurut Yohanis harus dibawa selama 14 hari saat berada di wilayah Sulut. Jika masa kunjungan habis sebelum 14 hari dan kembali ke negara asal berarti tidak harus dibawa lagi. “Mengingat bagi setiap orang atau korporasi yang mengurus pelaku perjalanan baik untuk keperluan wisatawan, pekerjaan atau lainnya, agar ikut memantau kartu tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Imigrasi Manado Antisipasi Wabah Pneumonia dari Cina

Yohanis juga menghimbau kepada setiap orang yang berinteraksi dengan pelaku perjalanan dari China agar menerapkan perilaku hidup bersih selama bersama-sama mereka.

“Gunakan masker penyaring virus, terkontrol mencuci tangan sebelum makan atau minum atau pemegang muka, saluran nafas, menghindari terpapar droplet -partikel kecil dari mulut penderita, yang mengandung mikroorganisme penyebab penyakit- dari mereka,” tukas Yohanis.(71)