oleh

Warga Minahasa Jangan Percaya Berita Hoax dan Isu Provokatif di Medsos

banner 1050236

Tim Pakem usai Rakor di Kejari

METRO, Tondano – Seluruh warga di Kabupaten Minahasa diminta untuk jangan percaya berita Hoax/ bohong dan isu provokatif di Media Sosial (Medsos). Sehingga jika menemukan hal serupa kiranya dapat segera melaporkan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti. Supaya tak ada yang mengganggu semangat tolerasi dengan isu berbau Suku, Agama dan Ras.
Hal tersebut merupakan himbauan yang menjadi hasil pembahasan dalam rapat koordinasi (Rakor) Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Minahasa di Kejaksaan Negeri (Kejari), Rabu (5/2/2020).
Kepala Kejari Minahasa Rakhmat Budiman SH MKn melalui Kasi Intel Noprianto Sihombing SH menjelaskan bahwa hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam Rakor. Apalagi tingkat toleransi di tanah Toar Lumimuut ini cukup tinggi.
Selain itu dikatakan Sihombing ada beberapa hal yang menjadi pembahasan dalam Rakor tersebut. Salah satunya adalah soal prosesi pengantaran jenasah ke lahan perkebunan dengan arak arakan yang sudah dikeluhkan. Pasalnya hal itu dikarenakan dinilai cukup mengganggu ketertiban umum.
Sehingga kiranya setiap akan ada arakan pemakaman, pemerintah Kecamatan maupun Desa/ Kelurahan untuk dapat melapor ke kepolisian terdekat guna pengawalan supaya menjadi skaral.
“Intinya kami tak bermaksud intervensi kenyakinan setiap warga, namun hanya untuk menjaga ketertiban umum,” jelasnya.
Apalagi salah satunya soal menjamin keamanan setiap pemeluk agama dalam beribadah dengan nyaman di Minahasa.
“Kami hanya sebatas mencegah hal tak diinginkan terjadi di daerah ini yang kini situasinya dalam keadaan kondusif,” tambahnya.
Dijelaskannya juga kenapa Rakor itu dilaksanakan Kejari karena sesuai dengan Undang-Undang Kejaksaan terlebih dalam pasal 30 ayat 3 huruf d dan e. Dimana dalam aturan itu mengatur soal tugas serta kewenangan diantaranya Pengawasan kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara. Pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama.
Hadir dalam rakor itu perwakilan dari Polres, Kodim, BIN, Depag, Kesbang, perwakilan lima agama dalam FKUB Minahasa.(cel)