oleh

Oknum Kumtua di Remboken Diadukan Ke Kejari

banner 1050236

Noprianto Sihombing SH

METRO, Tondano – Oknum Hukum Tua (Kumtua) di Kecamatan Remboken berinisial A diadukan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa.
Hal itu dikarenakan oknum Kumtua itu diduga tak membayarkan tunjangan para perangkat Desa setempat. Dimana hak yang tak dibayarkan selama enam bulan di tahun 2019 lalu.
Diperoleh informasi bahwa dana untuk pembayaran melalui Alokasi Dana Desa (ADD) sudah dicairkan oleh oknum Kumtua tersebut. Namun dananya sudah ada tapi tak kunjung disalurkan.


Dugaan bahwa dana itu sudah digunakan oleh oknum Kumtua yang hanya berstatus Penjabat sekitar lima tahun lamanya.
Apalagi dari informasi yang didapati bahwa oknum Kumtua itu tak memberikan kewenangan kepada bendahara desa guna melakukan pengelolaan keuangan. Melainkan semua dana yang dicairkan diduga kuat dipegang sepenuhnya oleh oknum Kumtua lelaki itu.
Kepala Kejari Minahasa Rakhmat Budiman SH MKn melalui Kasi Intel Noprianto Sihombing SH tak menapik ketika dikonfirmasi, Selasa (4/2/2020).
“Benar ada laporan itu dari sejumlah perangkat desa setempat,” kata Sihombing.


Bahkan dikatakan Sihombing jika pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap oknum Kumtua itu untuk dilakukan klarifikasi. Dihadapan Jaksa, dia pun mengaku akan hal tersebut.
Menurut Sihombing dalam klarifikasi, oknum Kumtua itu mengatakan jika dana tunjangan bagi perangkat desa selama enam bulan yang tak terbayarkan sudah digunakannya.
Oleh karena itu Sihombing pun menghimbau kepada seluruh Kumtua di Minahasa untuk hati-hati dalam mengelolah dan menggunakam ADD serta Dana Desa (DD).
“Hati-hati dalam menggunakan uang negara karena akan ada resiko hukumnya jika menyalahi aturan,” pungkasnya.
Apalagi menurutnya jika Kejaksaan tidak akan tutup mata dengan tindakan menyalahgunakan uang negara. Karena setiap penggunaan dana harus dipertanggungjawabkan.(cel)