oleh

Prabowo Minta Budidaya Diperkuat

Bupati Minut Vonnie Panambunan mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat meninjau BPBAT Tatelu.

 

 

 


METRO, Airmadidi – Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo meminta agar budidaya lebih diperkuat lagi. Hal ini dikatakannya saat meninjau dan berdialog dengan pembudidaya ikan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu Kecamatan Dimembe Minahasa Utara (Minut), Selasa (18/02/2020).

Prabowo mengungkapkan, sebagaimana arahan Presiden RI Ir Joko Widodo, sektor budidaya perikanan harus dikuatkan untuk penguatan perekonomian.
“Sulut adalah daerah yang strategis, dengan wilayah lautan dan daratan yang daratan luas subur. Sehingga paling cocok untuk percontohan perikanan air tawar. BPBAT Tatelu memiliki potensi yang besat dan harus terus ditingkatkan. Pak Presiden secara khusus mengarahkan untuk membangun perikanan budidaya untuk meningkatkan perekonomian juga  membuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya di hadapan pembudidaya dari 15 kabupaten/kota se-Sulut.


Mantan Ketua Komisi IV DPR RI ini, menjelaskan dengan harga pakan yang murah akan mengurangi biaya produksi. Prabowo mengakui Sulut cukup potensial untuk pengembangan pakan. “Dari enam komponen bahan baku, hanya satu yang harus didatangkan dari luar. Belum lagi kalau digalakkan pakan dari alam, seperti black soldier fly yang saat ini akan semakin dioptimalkan. Kita akan mencari jalan bagaimana agar pakan murah. Dengan pakan mandiri saja, sudah mengurangi sekitar 30 persen biaya produksi. Memang tidak bisa seketika, tetapi harus berkesinambungan,” jelasnya seraya berharap kapasitas pelatihan BPBAT Tatelu harus ditambah dari 80 per siklus saat ini menjadi 200 orang.

Kepala BPBAT Tatelu Fernando Simanjuntak mengungkapkan saat ini pihaknya sementara mengembangkan sejumlah komponen budidaya serta pakan alami. “Untuk benih seperti ikan nila, patin, lele, gurami dan beberapa jenis ikan hias, distribusi melalui mekanisme bantuan cuma-cuma ke masyarakat juga penjualan dengan harga khusus,” ungkapnya. Lanjut Simanjuntak tahun 2020 ini pihaknya telah menerima bantuan 6,5 juta ekor calon induk, bantuan pakan mandiri 50 ton serta bantuan mina padi.

Sementara itu Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan berterima kasih atas kunjungan menteri teritu. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pak Menteri untuk kemajuan Minut serta bantuan untuk kemajuan perikanan di daerah ini. Kami juga membuka diri jika ada investor yang akan mengembangkan pakan agar harga pakan semakin murah,” pungkasnya.
Ikut mendampingi menteri, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mendampingi menteri saat itu mengajak semua pihak untuk memanfaatkan peluang yang sudah disediakan pemerintah pusat. Ditambahkannya BPBAT Tatelu adalah pusat pembenihan terbesar di Indonesia. Mari kita manfaatkan karena sudah disupport oleh pemerintah pusat. Peluang yang ada harus ditangkap, jangan sampai lepas,” pungkas Gubernur.(RON)