PUD Klabat Imbau Pedagang tak Timbun Bahan Pokok

Penyemprotan disinfektan di pasar untuk mencegah penyebaran Covid-19 beberapa waktu lalu.

 

 

 

 

METRO, Airmadidi – Harga sejumlah bahan pokok di lima pasar tradisional yang dikelola PUD Klabat, Minahasa Utara mulai naik menjelang bulan Ramadhan. Pihak PUD Klabat yang dipimpin Direktur Utama Estrella Tacoh SE ME mengimbau para pedagang untuk tidak menimbun bahan pokok.

 

Menurut Dirut dalam suasana pandemik Covid-19 ini pasar tradisional tak seramai seperti biasanya. “Kunjungan konsumen ke pasar tradisional sangat jauh menurun dengan mewabahnya Covid-19,” ungkap Tacoh yang merupakan istri dari anggota DPRD Minut Daniel Rumumpe, Selasa (21/04/2020).

Lanjutnya imbas dari pandemik Covid-19 ini dan menjelang bulan Ramadhan, ada beberapa bahan pokok di lima pasar yang di kelola PUD Klabat harganya mulai naik.

“Untuk posisi minggu ini, harga mentega Rp 12 ribu/kg, tomat Rp 16 ribu/kg, bawang putih Rp 60 ribu/kg,

bawang merah Rp 50 ribu/kg biasanya pedagang hanya beli per liter Rp 20 ribu. Beras ada kenaikan sedikit yaitu Rp 11.500/kg, minyak kelapa eceran normal Rp 12.500 , minyak kelapa per botol Rp 18 ribu/liter, gula pasir naik Rp.17 ribu, telur ayam Rp.1.500/butir, cabe naik Rp 80 ribu/kg.  Ayam daging naik Rp.65 ribu per ekor,” papar Tacoh, seraya menambahkan harga ini sewaktu-waktu bisa berubah.

Terkait kenaikan harga tersebut Dirut mengimbau para pedagang untuk tidak menimbun bahan pokok. “Terkai wabah Corona,ditambah menyambut bulan Ramadhan ini kita sebagai pengelola pasar telah memberikan imbauan kepada pedagang pasar untuk tidak meninbum bahan pokok hingga menyebabkan kelangkaan, karena itu juga melanggar undang-undang,” imbaunya.

Tacoh menambahkan terkait pandemik Covid-19, pihkanya juga tak henti-hentinya mengimbau pedagang maupun pembeli untuk menggunakan masker, sarung tangan dan mencuci tangan. “Selain imbauan melalui pengeras suara, kami juga memasang baliho di setiap sudut termasuk fasilitas tempat cuci tangan,” pungkasnya.(RAR)

 

Pos terkait