oleh

KPU: Uang Transportasi Peserta Kampanye Rp250 Ribu

banner 1050236

METRO, Manado- Pemberian uang transportasi bagi peserta kampanye pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 ini, ternyata tak dilarang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam aturan kampanye, uang ‘jalan’ ditetapkan maksimal Rp250 ribu.

Hal ini diungkapkan Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulut, Yessy Momongan kepada wartawan, Kamis (8/10/2020).

“Pemberian uang transport kepada peserta kampanye bukan merupakan pelanggaran tetapi kewajiban bagi pasangan calon,” ucapnya.

Hanya saja, kata Yessy, jumlah peserta dalam kampanye dibatasi hanya 50 orang saja. Dan itu sudah termasuk dengan pasangan calon dan tim kampanye.

“Maksimal 50 orang yang hadir dalam kampanye terbatas. Bukan hanya uang transport saja, mereka juga wajib mendapatkan konsumsi, souvenir. Tapi uang transport disesuaikan dengan kemampuan paslon. Tapi maksimal Rp250 ribu untuk tingkat propinsi, karena untuk kabupaten/kota beda,” terang Yessy lagi.

Mantan ketua KPU Minahasa itu juga mengingatkan kepada para paslon agar memasukan Laporan dan Penggunaan Dana Kampaye (LPDK) selambat-lambatnya 6 Desember 2020, pukul 18.00 Wita.

“Harus dimasukan LPDK. Jika tidak, KPU tidak takut untuk membatalkan paslon ikut Pilkada,” tegas dia.

Menurut Yessy, LPDK mungkin dianggap tidak seksi, tapi bisa membatalkan paslon menjadi peserta Pilkada.

“Sebagai contoh, KPU Sulut pernah merekomendasikan salah satu paslon di Kota Bitung untuk dibatalkan. Dan itu akan kami lakukan jika paslon tidak menyerahkan LPDK,” tegas dia lagi. (YSL)

Komentar