oleh

Ketum KONI Sulut Salurkan Uang Saku Atlet Pelatda PON

KETUA Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Utara hasil Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov), Drs. Steven Kandouw, Jumat pekan lalu mulai menyalurkan uang saku bagi atlet Pelatda PON XX/2021 Papua.

Penyaluran uang saku untuk bulan Maret 2021 sekaligus meneruskan program yang sudah disusun oleh Tim Teknis Pengurus KONI periode lalu. “Karena sudah diprogramkan oleh Tim Teknis tentunya saya harus support. Sebab, target di PON XX Papua adalah prestasi bukan pasiar,” ujar Steven Kandouw, yang juga adalah Wakil Gubernur Sulut.

Menurut Kandouw, berbekal hasil kurang memuaskan di PON XIX Jawa Barat Tahun 2016, perlu dilakukan persiapan yang lebih matang dalam upaya memperbaiki prestasi di PON Papua, Oktober mendatang. Karena itulah, hak atlet dalam bentuk uang saku jika telah sesuai program akan dipenuhi oleh KONI Sulut.

Sebelumnya, Koordinasi Tim Teknis Persiapan Pelatda PON Kontingen Sulut, Drs Estephanus Palili mengatakan, setelah dilakukan Tes Kemampuan Fisik Dasar pada pekan kedua bulan Februari 2021, pelaksanaan Pelatda Luar disepakati mulai bulan Maret 2021. Selanjutnya, pada bulan Mei 2021 akan dilaksanakan Tes Kemampuan Fisik Tahap Kedua.

Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Fisik Tahap Kedua akan diketahui atlet yang tidak menjalani program latihan saat Pelatda Luar selama tiga bulan. “Dari hasil Tes Kemampuan Fisik Tahap Kedua, akan diketahui cabor mana yang benar benar menjalankan program latihan secara benar dan yang hanya asal asalan,” ujar Palili didampingi Marnex Berhimpong.

Kendati nantinya tidak lagi masuk dalam kepengurusan KONI Sulut periode 2020-2024, Palili mengaku hasil tes kemampuan fisik dasar dan program latihan yang sudah dilaksanakan oleh cabor cabor unggulan akan ia serahkan kepada siapa saja yang dipercayakan untuk melanjutkan program Pelatda PON. “Data hasil tes kemampuan fisik dasar sudah ada data Vo2Max setiap atlet,” sebut Palili.

Soal Pelatda Terpusat, Palili menyerahkan kepada bidang teknis KONI yang baru. Namun, sesuai program yang sudah disepakati sebelumnya, pelaksanaan Pelatda Terpusat dilakukan satu bulan menjelang keberangkatan ke PON XX. “Jadwal pertandingan setiap cabor berbeda, jadi diharapkan satu bulan menjelang keberangkatan ke Papua, mereka sudah masuk TC Dalam,” tukas Palili.

Seperti diketahui, Cabor Muaythai dan Sepakbola sudah harus memulai pertandingan pada pekan ketiga bulan September 2021 atau sebelum pembukaan PON XX. Jadi, kedua cabor tersebut idealnya masuk TC Dalam lebih awal. “Soal lamanya TC Dalam diserahkan kepada Tim Teknis yang baru. Tapi, idealnya dihitung dari jadwal keberangkatan ke Papua,” imbuh Palili.(dni)

Komentar