Tikam 2 Warga, 3 Pelaku Ditangkap Polresta Manado

METRO, Manado- Resmob dan Opsnal Polresta Manado menangkap para pelaku penikaman terhadap lelaki Wisnanto Salalu (20), warga asal Desa Duini Pinogaluman Kota Kotamobagu dan Muhammad Nang (17), warga Kelurahan Tuminting. Para pelaku yang ditangkap adalah HP alias Hayden (17), KP alias Kiel (17) dan XG Exso (16), ketiganya warga Mahakeret, kecamatan Wenang.

Peristiwa penikaman terjadi pada Sabtu (26/2/2022) malam di depan rumah makan Saroja dan samping Bank BRI, Jalan Sarapung, Lingkungan IV, Kelurahan Wenang Utara.

Informasi yang dirangkum dari keterangan dan data pihak kepolisian menyebutkan, awalnya Wisnanto bersama rekannya Yoko pulang kerja dan saat itu sedang membonceng temannya.

Dalam perjalanan pulang, tepatnya di samping rumah makan Saroja, korban Wisnanto dihalangi beberapa pelaku dengan menggunakan sepeda motor. Saat itu Wisnanto ditikam tepat di bagian lengan tangan sebelah kiri.

Merasa nyawanya terancam, korban bersama temanya kemudian langsung melarikan diri. Tidak puas, para pelaku kemudian mengejar satu diantara korban lainnya yang pada saat itu berlari menuju ke arah Bank BRI Sarapung.

Pelaku mengira teman korban sudah bersama-sama dengan sepeda motor yang saat itu berpapasan di jalan Sarapung samping BRI. Sat itu sepeda motor tersebut dikendarai oleh korban lelaki Muhamad Nang. Pelaku Hayden dan teman-temannya langsung mencabut pisau dan menikam tubuh korban Muhamad Nang sebanyak 17 kali. Usai melakukan penikaman para pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Tim Resmob dan Opsnal Polresta Manado yang dipimpin oleh Kanit Buser IPDA Heraldy langsung melakukan penyelidikan. Tim kemudian mendapat informasi keberadaan para terduga pelaku di Mahakeret Barat dan mengamankan pelaku Hayden, Kiel dan Exso pada Selasa (01/03/2022) pagi. Selain berhasil menangkap para terduga, Tim Resmob dan Opsnal berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau jenis badik.

Menurut keterangan Heraldy bawa para pelaku murni melakukan penganiaya diakibatkan karena sudah mengkonsumsi minuman keras.

“Dalam penyelidikan kami terungkap bahwa terduga melakukan penganiayaan tersebut tidak ada kaitannya dengan penganiayaan menggunakan panah wayer yang sempat viral beberapa waktu lalu,” ujar Heraldy

Kapolresta Manado, Kombes Pol Julianto Sirait saat dikonfirmasi melalui Kasi Humas IPTU Sumardi membenarkan penangkapan tersebut.

“Saat ini terduga para pelaku masih dalam proses hukum pidana Pasal 338 KUHP yang ditangani oleh penyidik Polresta Manado yang terjadi tahun lalu,” ungkap Sumardi.(33)

Komentar