Pekerjaan Pembangunan MIN Bitung Diduga Tidak Sesuai Spek, Kakanwil: Spek Bisa Disesuaikan

METRO, Manado- Pekerjaan proyek pembangunan sekolah Madrasah di Kota Bitung dan pekerjaan pembangunan fisik di Kotamobagu diduga tidak sesuai Spesifikasi Teknik.
Hal ini dibeberkan Ketua LSM Anti Korupsi, Rudi Kofia SH, pada saat pertemuan dengan Kakanwil Kemenag Sulut bersama dengan sejumlah LSM lainnya, Kamis (01/12) kemarin, di ruang kerja Kakanwil.

Contohnya, lanjut Kofia, pada pekerjaan proyek pembangunan Sekolah MIN Kota Bitung. Perintah dalam spek harus menggunakan material batu bata merah, namun oleh kontraktor selaku penyedia jasa menggunakan batu bata putih (batako).

“Kami memiliki data akurat dan bukti tentang masalah ini. Dan jika hal tersebut tidak diperbaiki akan menjadi persoalan serius, yang nantinya bakal menjadi perbuatan tindak pidana korupsi,” kata Kofia.

Kofia menambahkan, belum lagi temuan dari LSM Anti Korupsi tentang persoalan lainya di lingkungan Kanwil Kemenag Sulut yang lebih besar, diduga terjadi penyimpangan. “Dan ini semuanya akan menjadi tanggungjawab dari Kakanwil sebagai kepala kantor maupun selaku Kuasa Pengguna Anggaran,” tandas Kofia.

“Oleh karena itu kami minta kepada Kakanwil agar serius dalam menanggapi setiap persoalan yang menjadi temuan dari masyarakat, atau pun LSM, untuk dilakukan pembenahan. Agar nantinya tidak berdampak pada persoalan hukum dikemudian hari,” pungkas Kofia.

Sementara menanggapi hal tersebut Kakanwil Kemenag Sulut, Sarbin Sehe yang didampingi Kabag TU, Kabid Bimas Kristen dan pejabat lainya mengatakan, untuk masalah Spek (batu bata merah digantikan batu batako) tidak menjadi masalah. “Karena jika penggunaan batu batako sama kualitas dengan bata merah, itu tidak menjadi masalah. Jadi soal spek kita bisa sesuaikan di lapangan,” kata Sarbin.

Namun pernyataan Kakanwil tersebut, soal spek bisa disesuaikan di lapangan (terkait bata merah bisa digantikan batu batako) sontak dibantah keras oleh Ketua LSM Inakor, Rolly Wenas.
Menurut Rolly pernyataan Kakanwil itu tidak relevan dengan persoalan penggantian spek dalam kontrak. “Jadi memang tidak bisa soal penggunaan material itu bisa disesuaikan di lapangan,” tandas Rolly Wenas.(ric/kg)

Komentar