Karantina Sulut Musnahkan Satu Kontainer Daging Ayam Busuk

Ekonomi28 views

METRO, Bitung- Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Utara (Karantina Sulut) memusnahkan satu kontainer atau 15 ton daging ayam busuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aertembaga, Bitung, pada Jumat (3/5).

Ketua Tim Kerja Karantina Hewan, Setyawan Pamularsih, menjelaskan bahwa komoditas tersebut diduga mengalami pembusukan, karena gangguan mesin pendingin dalam kontainer selama pelayaran dari Surabaya, Jawa Timur menuju Bitung, Sulawesi Utara.

“Saat pembongkaran kontainer di Pelabuhan Bitung, petugas kami mendapati bau tidak sedap dari daging dalam kontainer, disertai darah beku yang meleleh dari karung-karung daging,” ujar Setyawan.

Lanjut dikatakannya, warna daging sudah berubah. Aromanya menyengat dan teksturnya pun sudah berlendir atau tidak normal. Menurut Setyawan, secara fisik daging yang dibongkar sudah berwarna biru, dengan kondisi kontainer pendinginan hanya menunjukan suhu -4 derajat Celcius. “Sedangkan daging beku idealnya disimpan dalam suhu -18 derajat Celsius atau lebih,” ungkapnya.

Kata Setyawan, sebelum dimusnahkan, petugas karantina telah melakukan pemeriksaan organoleptik dan pengambilan sampel untuk memastikan kondisi produk.

“Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan lanjutan berupa uji kebusukan H2S di laboratorium. Komoditas tersebut dinyatakan positif rusak atau busuk, sehingga perlu dilakukan tindakan pemusnahan,” jelasnya.

” Adapun pemilik barang menyerahkan kebijakan sepenuhnya pada karantina selaku pihak berwenang,” kata Setyawan menambahkan.

Kepala Karantina Sulawesi Utara, I Wayan Kertanegara, menegaskan tindakan pemusnahan ini dilakukan petugas karantina agar produk hewan yang dimaksudkan tidak menyebarkan hama dan penyakit hewan. Selain itu, tidak mengganggu kesehatan manusia dari jaminan keamanan pangan dan mutu pangan.

“Pemusnahan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih berhati-hati lagi. Pengguna jasa ataupun jasa ekspedisi diharapkan dapat lebih memerhatikan kesehatan produk dan keamanan pangan. Juga untuk alat penyimpanan yang memenuhi standar,” kata Wayan.(71)

Komentar