KORANMETRO.COM- Suasana di kampus Universitas Klabat (Unklab), Minahasa Utara, tampak berbeda pada Kamis (16/4/2026).
Hiruk pikuk aktivitas akademik sejenak bersinggungan dengan deru mesin dan antusiasme mahasiswa yang berkumpul di area terbuka. Bukan tanpa alasan, para mahasiswa tengah mengikuti agenda khusus edukasi Safety Riding yang diinisiasi oleh PT Daya Adicipta Wisesa (DAW).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika untuk memahami bahwa mobilitas tinggi sebagai mahasiswa harus dibarengi dengan kesadaran penuh akan keselamatan di jalan raya.
Edukasi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menyentuh sisi psikologis dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa diajak untuk merombak paradigma lama bahwa berkendara bukan sekadar memutar tuas gas, melainkan tentang menjaga nyawa diri sendiri dan orang lain.
Materi komprehensif yang dipaparkan meliputi kelengkapan wajib, teknik defensif, etika jalan raya.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Instruktur Safety Riding DAW, Andhika Reynold Salindeho, menekankan bahwa memilih lingkungan kampus sebagai sasaran edukasi adalah langkah strategis.
Menurutnya, mahasiswa adalah kelompok yang memiliki mobilitas paling aktif sekaligus mampu menjadi influencer bagi lingkungan sekitarnya.
”Mahasiswa merupakan bagian dari generasi yang aktif berkendara. Melalui edukasi ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. Satu kesalahan kecil di jalan bisa berdampak besar bagi masa depan mereka,” tegas Andhika.
Sepanjang sesi, antusiasme peserta tidak surut meski cuaca cukup terik. Forum ini berubah menjadi ruang diskusi dua arah yang dinamis.
Banyak mahasiswa melontarkan pertanyaan mengenai cara menghadapi titik buta (blind spot) hingga bagaimana tetap tenang saat menghadapi kemacetan atau provokasi dari pengendara lain.
Pengalaman praktis yang dibagikan para instruktur memberikan perspektif baru bagi mahasiswa bahwa kecelakaan sebenarnya bisa dicegah jika pengendara memiliki pengetahuan dan kontrol emosi yang baik.
Melalui kolaborasi ini, PT Daya Adicipta Wisesa berharap pesan #Cari_Aman tidak hanya berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gaya hidup baru di kalangan generasi muda Sulawesi Utara.
Dengan membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang tepat, diharapkan akan tercipta ekosistem jalan raya yang lebih tertib, aman, dan saling menghargai.
Langkah konsisten dari PT DAW ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan terbaik tidak hanya didapat di dalam ruang kelas, tetapi juga di aspal jalanan, tempat di mana keselamatan menjadi kurikulum yang paling berharga.(ian/*)






