BRI Region 16 Serahkan Tabungan Pelajar ke Siswa SMAN 9 Manado Saat Rakorwil TPAKD

KORANMETRO.COM- BRI Region 16 Manado menyerahkan Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) BRI kepada pelajar SMA Negeri 9 Manado.

Penyerahan dilakukan secara simbolis dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakorwil TPAKD) se-Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) Tahun 2026.

Bacaan Lainnya

Penyerahan Tabungan SimPel kepada pelajar SMA Negeri 9 Manado menjadi simbol bahwa perluasan akses keuangan perlu dimulai sejak usia sekolah.

Para pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang cakap, disiplin, produktif, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijaksana.

Regional CEO BRI Region 16 Manado, Irma Elizabeth, mengungkapkan bahwa penyerahan Tabungan ini meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khusus generasi muda.

“Penguatan literasi keuangan kepada pelajar merupakan investasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujar Elizabeth.

Ia mengatakan, menabung bukan hanya mengenai menyimpan uang, tetapi mengenai pembentukan karakter disiplin, kemampuan merencanakan masa depan, dan kebiasaan mengelola keuangan secara bijaksana.

“Melalui Tabungan SimPel BRI, kami ingin memastikan bahwa para pelajar memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal sejak dini,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan program SimPel sejalan dengan semangat TPAKD dalam memperluas akses keuangan yang merata, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Elizabeth bilang, BRI berharap kolaborasi melalui TPAKD tidak hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki rekening, tetapi juga mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara produktif.

“Perluasan akses keuangan diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas usaha masyarakat, membuka peluang peningkatan pendapatan, menurunkan tingkat kemiskinan, serta mereduksi ketimpangan pendapatan di daerah,” ucapnya.

Katanya, BRI akan terus memberikan dukungan melalui jaringan kerja yang luas, penguatan edukasi keuangan, digitalisasi layanan perbankan, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan berbagai ekosistem ekonomi daerah.

“Kami percaya akses keuangan yang inklusif akan menciptakan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraannya,” tutur Elizabeth.(brs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan