KORANMETRO.COM- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali mendatangkan stok cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur.
Cabai Probolinggo dipasok ke 5 pasar besar di Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Kotamobagu, dan Kota Manado, Senin (21/9/2026).
Pendistribusian 2,5 ton cabai Probolinggo ke pasar-pasar tradisional dilakukan guna mengendalikan harga komoditas strategis ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Utara, Rahel Rotinsulu, mengungkapkan dengan penambahan stok dari Probolinggo ini diharapkan pasokan cabai di Sulut terjaga sehingga harganya lebih terjangkau.
“Memang belum terlalu banyak, namun kami berharap terjadi penyesuai harga cabai sesuai dengan harga acuan penjualan yang ditetapkan pemerintah sebesar 57.000,” ujar Rahel, saat memantau pendistribusian cabai di Pasar Bersehati Manado.
Menurutnya, langkah ini menjadi inisiatif TPID guna menambah pasokan untuk kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
Rahel bilang, pasokan tahap dua masih memprioritaskan 5 pasar besar yang ada di Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Kotamobagu.
“Memang yang datang kali ini masih terbatas 2,5 ton. Diharapkan pengiriman tahap berikut jumlahnya lebih besar supaya bisa sampai ke pasar-pasar kecil,” katanya.(ian)






