Gudang Kacang dan Jalan Paving Blok dari TJSL PLN UP3 Gorontalo Jawab Harapan Warga Tilihuwa

Menjaga Hasil Panen, Membuka Jalan Harapan bagi Masyarakat Tilihuwa.

SEBUAH gudang kacang kini berdiri kokoh di Kelurahan Tilihuwa, Gorontalo, sebagai jawaban doa dan harapan petani, sekaligus menjadi benteng perlindungan bagi hasil keringat para petani.

Sebelum ada gudang ini, menjaga kualitas hasil panen agar tidak rusak sebelum sampai ke pasar menjadi tantangan terbesar bagi petani.

Bacaan Lainnya

Gudang kacang Tilihuwa hadir melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UP3 Gorontalo.

Bagi mayoritas warga Tilihuwa yang menggantungkan hidup dari bumi, gudang tersebut bukan sekadar bangunan semen dan atap seng biasa, melainkan ruang aman yang menjaga nilai ekonomi hasil panen mereka.

Tak jauh dari lokasi gudang, perubahan lain turut terasa di bawah pijakan kaki warga. Jalan tanah yang dulu licin dan menyulitkan kini telah berganti menjadi bentangan jalan paving blok yang rapi dan kokoh.

Akses yang lebih baik ini seketika memangkas jarak dan waktu, memudahkan petani mengangkut hasil bumi, memperlancar mobilitas anak-anak pergi sekolah, hingga menghidupkan urat nadi perekonomian desa.

Dua infrastruktur sederhana ini saling melengkapi dengan indah: gudang yang menjaga hasil kerja keras petani, dan jalan yang mempermudah setiap langkah mereka meraih masa depan.

Secara resmi, PLN UP3 Gorontalo menyerahkan kedua fasilitas TJSL ini kepada masyarakat Tilihuwa. Bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen PLN bahwa keberadaan listrik dan perusahaan harus membawa dampak langsung bagi kesejahteraan warga.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa komitmen PLN tidak berhenti pada penyediaan energi listrik yang andal semata, tetapi juga menjadi penggerak roda kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar kawasan operasional.

“Di Tilihuwa, kami melihat potensi pertanian kacang tanah yang luar biasa. Melalui hadirnya gudang penyimpanan yang layak serta akses jalan yang memadai, PLN ingin memastikan rantai pasok hasil pertanian warga tidak terputus dan memiliki nilai jual yang lebih stabil,” ungkap Usman.

Sejalan dengan visi tersebut, Manager PT PLN (Persero) UP3 Gorontalo, Hanggoro Nur Purwanto, menjelaskan bahwa perencanaan program TJSL selalu didasari pada pemetaan kebutuhan nyata (social mapping) masyarakat setempat.

“Kami percaya bantuan terbaik adalah bantuan yang menjawab kebutuhan dasar warga. Gudang Kacang dan jalan paving blok ini dirancang agar memberikan dampak domino secara langsung pada kegiatan ekonomi. Kami berharap fasilitas ini dirawat bersama oleh warga Tilihuwa agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” kata Hanggoro.

Apresiasi mendalam pun mengalir dari pemerintah lokal dan masyarakat setempat. Kepala Kelurahan Tilihuwa, Jefri Djahidi, mengungkapkan rasa terharunya atas kepedulian PLN terhadap desanya.

“Atas nama Pemerintah Kelurahan Tilihuwa dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada PLN. Gudang Kacang dan jalan paving ini langsung menyentuh titik kebutuhan vital kami. Akses transportasi jadi mudah, hasil panen pun punya tempat simpan yang layak. Semoga PLN makin sukses dan terus menebar manfaat,” ungkap Jefri.

Optimisme serupa disampaikan oleh Amir Usman, salah seorang petani Tilihuwa yang kini menatap masa depan dengan lebih mantap.

“Terima kasih PLN. Bantuan ini sangat berarti untuk kami para petani. Dengan adanya gudang ini, kami tidak risau lagi panen cepat rusak atau terpaksa dijual murah karena kejar waktu. Jalanan yang bagus juga bikin angkut hasil kebun jadi jauh lebih ringan. Ini awal baru buat ekonomi kampung kami,” tutur Amir penuh haru.

Bagi PLN, keberhasilan sebuah program TJSL tidak diukur dari seberapa megah infrastruktur yang dibangun, melainkan seberapa besar manfaat itu hidup dan menghidupi masyarakat. Ketika hasil panen terjaga dan langkah warga kian mudah, di situlah senyum kepuasan dan harapan baru terus bermekaran di Tilihuwa.(brs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan