Kebakaran Lahan Makin Sering Terjadi di Manado, 3 Kejadian Dalam Sehari

KORANMETRO.COM- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) makin sering terjadi akibat kombinasi cuaca kering yang ekstrem, serta aktivitas manusia.

Pada Kamis (13/8/2026) petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Manado berjibaku memadamkan api di 3 titik.

Bacaan Lainnya

Peristiwa pertama terjadi di lahan kosong milik Yayasan Muslim, di Pineleng Satu. Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 Wita. Beberapa saat kemudian petugas Damkar tiba di lokasi dan langsung memadamkan api agar tidak meluas ke area sekitar.

Sekitar setengah jam kemudian petugas Damkar kembali menerima laporan kebakaran lahan di Jalan Raya Molas, Kecamatan Bunaken. Kejadian ini dilaporkan warga yang melihat kepulan asap putih dari arah lahan di samping Jembatan Molas.

Terkait penyebab kebakaran, polisi masih melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi. Dugaan sementara, api kemungkinan berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh orang yang melintas.

Tak lama berselang, warga Malalayang melaporkan bahwa telah terjadi kebakaran di lahan timbunan reklamasi milik perusahaan HKY, di Kelurahan Malalayang Satu Barat.

Kondisi cuaca dan angin kencang membuat api dengan cepat melahap alang-alang kering yang tumbuh di lahan kosong tersebut. Beruntung dua unit mobil Damkar yang dikerahkan ke lokasi kebakaran berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Sulawesi Utara, Aris Yunatas, risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat saat puncak musim kemarau dan El Nino. Kombinasi ini menyebabkan penurunan curah hujan, kemarau lebih panjang, kekeringan meluas,

“Dampaknya perlu kita antisipasi bersama, khususnya Pemerintah daerah (Pemda, red) dan masyarakat, terkait dengan dampak bencana Karhutla,” ungkap Aris.

Ia mengatakan, risiko Karhutla di Sulut semakin besar ketika musim kemarau mencapai puncaknya pada bulan Agustus-September 2026.

“Potensi kebakaran hutan dan lahan cukup besar. Artinya daerah-daerah yang sudah lama tidak hujan memang sering terjadi kebakaran hutan dan lahan,” jelas Aris.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan