Perkuat Kapasitas Pendamping, Paroki Bunda Teresa – GPI Gelar Pelatihan Leadership dan Pendidikan Seks Anak

Pelatihan yang dilaksanakan Paoki Bunda Teresa Calcutta - GPI.

Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) menggelar pelatihan Leadership dan Public Speaking, serta pendidikan seks bagi anak, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan keterampilan komunikasi para pendamping serta penggerak pembinaan umat.

Kegiatan ini ditujukan bagi para pembina SEKAMI, Misdinar, dan Orang Muda Katolik (OMK) ini dengan menghadirkan Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Katolik De La Salle Manado, Teddy Y. Tandaju, SE., MBA (Adv.), CPMM, sebagai pemateri Leadership dan Public Speaking. Sementara materi pendidikan seks bagi anak disampaikan oleh dr. Teys Anastasia Dumais.

Bacaan Lainnya

Pastor Paroki Bunda Teresa Calcutta, Pst. Fransiscus Antonio Runtu, Pr dalam sambutannya, saat membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya pembekalan bagi para pendamping yang memiliki peran strategis dalam mendampingi perkembangan iman dan karakter anak-anak serta kaum muda di lingkungan paroki.

Menurutnya, kemampuan leadership dan public speaking menjadi hal penting yang perlu dimiliki para pendamping dan pembina, terutama dalam menjalankan tugas mendampingi kelompok seperti SEKAMI, Misdinar, dan OMK.

“Leadership dan public speaking sangat penting diketahui oleh para pendamping dan pembina, bagaimana memimpin atau mendampingi kelompok umat seperti SEKAMI, Misdinar dan OMK,” ujarnya.

Selain kepemimpinan dan komunikasi, pendidikan seks bagi anak juga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Pastor Angki mengatakan, perkembangan zaman membuat berbagai informasi semakin mudah diakses anak-anak, terutama melalui teknologi dan internet.

Karena itu, menurutnya, hal-hal yang dahulu dianggap tabu untuk dibicarakan dengan anak-anak perlu disampaikan dengan pendekatan dan metode yang tepat sesuai usia mereka.

“Di zaman sekarang, sesuatu yang dulunya tabu bagi anak-anak harus diajarkan dengan metode atau cara khusus. Seperti halnya pendidikan seks, anak-anak harus diajarkan secara dini melalui pendekatan-pendekatan tertentu,” katanya.

Pastor Angki menambahkan, pemahaman yang tepat sejak dini menjadi semakin penting karena anak-anak saat ini dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi melalui internet.

Melalui kegiatan ini, Paroki Bunda Teresa Calcutta berharap para pendamping dan pembina tidak hanya memiliki kemampuan dalam memimpin dan berkomunikasi, tetapi juga semakin siap menghadapi berbagai tantangan dalam mendampingi anak-anak dan kaum muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Menurutnya kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan di tingkat paroki, khususnya dalam mempersiapkan para pendamping agar mampu menjalankan tugas pelayanan secara lebih efektif, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.(RAR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan