METRO, Bitung- Pemkot Bitung tetap akan menggelar Pesta Adat Tulude meski dalam suasana pandemi. Hajatan tersebut diadakan untuk menunjang sektor pariwisata yang tengah terpuruk.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemkot Bitung, Pingkan Kapoh, Minggu (10/01) kemarin. Saat ini kata dia, pelaksanaan Pesta Adat Tulude sementara dipersiapkan. “Tetap dilaksanakan, sekarang sementara persiapan,” ujarnya.
Pingkan memastikan pagelaran tahun ini berbeda dengan lazimnya. Karena dalam suasana pandemi Covid-19 hajatan itu akan diadakan secara virtual.
“Kita menyesuaikan dengan situasi. Kalau dilaksanakan seperti biasa itu melanggar aturan. Jadi kita manfaatkan kemajuan teknologi untuk tetap melaksanakan Tulude,” katanya.
Pesta Adat Tulude kali ini akan mengedepankan konsep sosialisasi. Potensi yang dimiliki Bitung di bidang kebudayaan dan pariwisata akan jadi tonjolan utama. Potensi itu akan ditampilkan dalam video untuk melengkapi prosesi utama dalam pagelaran Tulude.
“Sekarang sementara perekaman untuk pembuatan video,” ucapnya.
Pingkan mengakui pelaksanaan tahun ini penuh dengan keterbatasan. Selain situasi pandemi yang mengharuskan aktivitas dikurangi, ketersediaan anggaran untuk membiayai kegiatan tersebut jadi penyebab. Karenanya, untuk tahun pihaknya hanya berharap suntikan dana dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Di APBD tahun ini ada anggaran untuk Tulude tapi tidak tahu berapa jumlahnya. RKA-nya belum ada jadi kita belum tahu. Makanya kita mengusahakan bantuan dari pusat dan juga dari pihak lain yang peduli. Dan kalau dari pusat respon yang diberikan cukup positif. Apalagi pelaksanaan kegiatan ini bagian dari instruksi pusat untuk tetap menghidupkan sektor pariwisata,” tuturnya.
Pingkan sendiri belum menyampaikan kapan waktu pastinya pelaksanaan Tulude. Ia hanya menegaskan bahwa ajang itu tetap digelar dengan mengacu pada perkembangan situasi di masyarakat.
Terpisah, Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri menyampaikan komitmen dalam memajukan sektor pariwisata. Seperti yang sudah-sudah, ia menyatakan sektor dimaksud tetap jadi salah satu prioritas pihaknya.
“Karena kita mengikuti program pemerintah pusat. Dengan asumsi pandemi Covid-19 bisa teratasi beberapa waktu kedepan, maka sektor pariwisata harus tetap hidup dan berkembang. Sektor ini jadi salah andalan dalam menghidupkan perekonomian pasca pandemi nanti,” terangnya.(69)






