Resmi Nakodai PASI Sulut, Jemo Janjikan Bonus Kapling

>> Jemo berpose bersama dua atlet atletik Pelatda PON didampingi pelatih senior Sam Saud dan Nitje Durandt, pelatih Tim PON.
>> Jemo berpose bersama dua atlet atletik Pelatda PON didampingi pelatih senior Sam Saud dan Nitje Durandt, pelatih Tim PON.

JEMMY Mokolensang secara resmi menjadi nakoda Cabang Olahraga (Cabor) Atletik. Pasalnya, Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw telah memberikan rekomendasi untuk kepengurusan hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) PASI Sulut, yang menetapkan Jemo sebagai Ketua Umum Pengprov PASI Sulut masa bakti 2021-2025.

Setelah mendapatkan kepastian dan legitimasi dari KONI Sulut, Jemo langsung berinisiatif untuk mensupport dua atlet Sulut yang tengah menjalani program PELATDA PON di Lintasan Atletik Unima Tondano. Bahkan, guna memotivasi para atlet, Jemo menjanjikan bonus berupa kapling dan uang tunai Rp 10 juta jika atlet Sulut mampu mendulang medali emas di PON XX Papua.

Bacaan Lainnya

“Saya siapkan lahan siap bangun alias tanah kapling dan uang tunai Rp10 juta jika dua sprinter Sulut mampu mempersembahkan medali di PON XX Papua,” kata Jemo didepan para atlet yang tengah berlatih. “Ini untuk memotivasi kalian. Jadi, jika kalian mampu meraih medali saat PON nanti, itu adalah hadiah langsung dari saya secara pribadi,” imbuh pengacara handal yang berkantor di Jakarta ini.

Jemo mengaku sebuah kebanggaan bisa melihat langsung dua sprinter Sulut, yakni Ricko Wagunu dan Vendy Angginaloy mampu mempersembahkan medali bagi Sulut di nomor bergengsi yakni 100 dan 200 meter. Ia juga tetap akan memberikan apresiasi jika nantinya dua atlet Sulut belum mampu memberikan sumbangsih medali

“Jika belum mampu meraih medali, sebagai Ketua PASI Sulut, saya tetap berterima kasih. Untuk itu, saya juga menjanjikan jika kalian mampu masuk final di nomor yang dipertandingkan serta mampu memperbaiki cacatan waktu terbaik kalian, tanda terima kasih juga sudah saya siapkan,” tegas staf khusus bidang hukum Pemprov Sulut ini, sembari menyebut nominal sebesar Rp10 juta tunai siap diserahkan secara tunai.

Seperti diketahui, sebagai mantan atlet khusus di cabor atletik, sejak lama Jemo sangat berhasrat untuk bisa mengembalikan pamor cabor atletik di level nasional bahkan internasional. Sebab, setelah era Deysie Sumigar di Tahun 2004 di PON XVI Palembang, Cabor Atletik Sulut sudah tidak pernah mampu bersaing di level PON meski mampu meloloskan atlet di Pra PON.(dni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan