Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Sangihe, Sejumlah Wilayah Terdampak Bencana

METRO, Sangihe- Intensitas curah hujan yang cukup tinggi, disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe terdampak bencana.

Dari berhasil dirangkum harian ini sejak Jumat pecan lalu terjadi longsor di Jalan Tahuna-Lenganeng, pada Minggu Banjir di Kampung Laine dan angin kencang menerbangkan beberapa atap rumah di Kampung Nanedakele Kecamatan Tabukan Utara.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Bidang Data Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe Kris Sasube, longsor di Jalan Tahuna-Lenganeng merupakan bekas longsoran yang terjadi akibat tingginya curah hujan selama 3-6 jam.
“Kemarin dengan intensitas hujan yang tinggi selama 3-6 jam menimbulkan potensi, terutama dilahan lereng-lereng pegunungan ketika hujan masuk ke tanah itu mengendap dan mengakibatkan gerakan tanah. Maka akan terjadilah longsor,” katanya.

“Ada laporan longsor menutupi akses poros Jalan Tahuna-Lenganeng sampai ke Kecamatan Tabukan Utara. Akan tetapi longsoran itu jauh dari pemukiman, dwn lokasi longsor itu berada di titik longsor yang lama,” ujarnya.

Sementara itu banjir di Kampung Laine, merupakan bencana tahunan jika terjadi curah tinggi di daerah tersebut. Kondisi tempat yang lebih rendah, menjadi pemicu Kampung Laine acap kali mengalami banjir.

“Memang kalau curah hujan seperti ini, banjir jadi langganan terhadap saudara-saudara kita di Kampung Laine. Ada beberapa kali kita melakukan penanganan, ketika curah hujan tinggi 3-4 jam jadi kampung itu terendam. Karena posisinya rendah, dan drainase-drainase di sana tidak dapat menampung air. Dan di Kampung Nanedakele, di Kecamatan Nusa Tabukan beberapa atap rumah rusak karena angin kencang,” jelasnya.

Dirinya pun menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk tetap waspada. Karena kondisi ini masih bisa terjadi hingga Bulan Februari.

“Kami menghimbau kepada masyarakat ketika terjadi kebencanaan segera melaporkan ke BPBD Sangihe. Jangan melaporkan kejadian setelah lewat beberapa hari. Kami juga menghimbau untuk tetap waspada, terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, dan daerah pegunungan. Sebab menurut laporan dari BMKG kondisi ini masih bisa terjadi sampai Bulan Februari,” pungkasnya.(km-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan