AHM Berbagi Tips Perawatan Motor Usai Mudik Lebaran

Perawatan motor Honda di bengkel resmi AHASS.

METRO, Manado- Sepeda motor menjadi salah satu moda transportasi yang digunakan untuk melakukan perjalanan mudik pada periode libur lebaran. Selain praktis, menggunakan sepeda motor dinilai lebih mudah menghindari kemacetan.

Technical Service Division AHM, Endro Sutarno mengatakan, usai menempuh jarak hingga puluhan atau bahkan ratusan kilometer, pengecekan sepeda motor penting untuk dilakukan. Pengecekan untuk sepeda motor yang telah melakukan perjalanan jauh tidak semata-mata hanya untuk menjaga performa sepeda motor untuk tetap optimal, namun juga dapat menjaga keselamatan pengendara dalam menggunakan sepeda motor kesayangannya.

Bacaan Lainnya

“Jika memerlukan penggantian parts dan pengecekan lebih detail, mekanik AHASS siap membantu menjaga performa sepeda motor Honda tetap prima,” ujar Endro.

Dijelaskannya, ada beberapa jenis perawatan yang wajib dilakukan diantaranya mencuci motor, untuk menghindari kerak yang menempel akibat kotoran pada body atau bagian-bagian yang sulit dijangkau seperti area bawah motor atau area mesin.

“Bilas seluruh bagian motor terlebih dahulu untuk merontokan kotoran-kotoran yang menempel, lalu usap seluruh bagian motor dengan sabun khusus sepeda motor dan spon lembut. Untuk bagian yang sulit dijangkau dapat menggunakan sikat. Setelah itu bilas kembali motor dengan air bersih dan lap hingga mengering,” jelas Endro.

Selain itu, kata dia melakukan pengecekan filter udara, busi, rem, ban, serta gear sprocket dan rantai harus dilakukan untuk memastikan kondisi motor kesayangan tetap terjaga prima.

“Untuk oli mesin, direkomendasikan melakukan penggantian setiap 4.000 km atau sesuai dengan jadwal yang ada pada buku service. Selain oli mesin, oli yang perlu dicek juga adalah oli gear, terutama di kendaraan bertransmisi matic. Sementara untuk oli matic masa pergantiannya setiap 8.000 km per 2 tahun,” ungkap Endro.

Kondisi saringan udara yang kotor, menurut Endro akan membuat motor menjadi tidak bertenaga dan boros bahan bakar. Lakukan pengecekan filter udara apabila kondisinya sangat kotor dan gantilah dengan yang baru. “Untuk penggantiannya dilakukan setiap 12.000 km. Pengecekan sebaiknya dilakukan lebih sering jika sepeda motor dikendarai di daerah yang basah atau berdebu,” katanya.

Endro juga menghimbau untu melakukan pengecekan busi setiap 4000 Km dan ganti setiap 8000 Km. Jika busi masih dalam keadaan bagus, lakukan pembersihan busi itu sendiri. “Bila ada sedikit saja indikasi busi motor mengalami kendala sebaiknya Anda menggantinya dengan busi original yang baru,” terangnya.

Rem sebagai komponen pengendali kecepatan, kata Endro memiliki peran penting terutama dalam sektor keselamatan. Intensitas pengereman yang tinggi pada saat melakukan perjalanan jauh membuat rem cepet haus. Khususnya kampas rem yang mulai menipis.

“Bila kampas rem sudah mulai terindikasi habis atau tipis maka segera ganti dengan yang baru,” ucap Endro.

Lanjut dia, yang tak kalah penting yaitu pemeriksaan secara rutin kondisi tekanan angin ban serta kondisi ban menjadi kunci dalam berkendara yang aman dan nyaman. Secara petunjuk pemakaian, cek kondisi ban setiap 4000 KM, jika kurang bagus dapat segera diganti. “Dan tentunya dengan tekanan udara yang sesuai spesifikasi dari ban tersebut,” terangnya.

Endro juga menambahkan, untuk tipe motor bertransmisi manual, cek kondisi gear dan rantai apakah kendor atau terlalu kencang. Rantai yang terlalu kendor atau kencang dapat merusak beberapa sistem gear serta membahayakan. Untuk tipe matic, dapat cek di bagian CVT dan V-Belt.

“Sementara lakukan pengecekan setiap 8000 Km dan penggantian V-Belt setiap 24.000 Km, jika sudah masuk di waktu tersebut disarankan untuk segera diganti,” pungkasnya.(71)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan