KORANMETRO.COM- Sejumlah pedagang di Pasar Bersehati Kota Manado, menjadi korban penipuan uang palsu (Upal) oleh oknum yang belum diketahui identitasnya.
Salah satu dari dua pedagang yang menjadi korban penipuan uang palsu, Satrio Saputro, mengaku tertipu 4 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.
“Kejadiannya minggu lalu, dari 4 kali transaksi masing-masing Rp100 ribu. Waktu itu saya tidak sempat periksa karena memang kita sebagai pedagang grosir terima uang dalam jumlah besar,” jelas Satrio
Selain itu, katanya, waktu kejadian transaksi dilakukandini hari dalam kondisi penerangan yang minim sehingga fisik uang tidak terlihat jelas. Satrio baru tahu kena tipu saat sudah berada di rumahnya, ketika menghitung uang hasil menjual tahu tempe
“Kalau hanya dilihat sepintas tidak kentara karena warnanya sama persis. Pas saya terawang baru terlihat tidak ada tanda air dan benang pengaman,” ungkap Satrio, yang merupakan pedagang grosir tahu tempe.
Kejadian serupa juga dialami pedagang Sembako, Rani, pada awal Juni lalu. Rani mengalami kejadian nahas ditipu pembeli yang berbelanja menggunakan uang palsu.
Perempuan paruh baya ini menerima 2 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.
“Jadi ada dua kali kejadian. Pertama itu di awal bulan Juni waktu itu saya yang mengalami sendiri. Kemudian suami di minggu berikutnya,” ungkapnya.
Rani bilang, masalah Upal menimbulkan keresahan di kalangan pedagang karena potensi kerugian yang akan dialami pedagang yang menjadi korban.
“Semoga pihak berwenang segera turun tangan mengatasi persoalan ini supaya tidak terjadi lagi dan kita juga bisa berjualan dengan tenang,” katanya.(ian)





