KORANMETRO.COM- Bulan Maret 2026, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami inflasi bulan ke bulan 0,25 persen.
Tingkat inflasi pada bulan Maret 2026 lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 1,02 persen.
Inflasi di Sulut pada bulan Maret 2026 dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada beberapa komoditas. Andil tertinggi disumbang oleh komoditas cabai rawit dan tiket pesawat.
Data Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara (BPS Sulut), mencatat komoditas utama pendorong inflasi pada Maret 2026 adalah cabai rawit, angkutan udara, bawang merah, ikan cakalang, dan ikan malalugis.
“Andil tertinggi dari cabai rawit dan angkutan udara, masing-masing sebesar 0,18 dan 0,08,” kata Kepala BPS Sulut, Agus Sudibyo, pekan lalu.
Agus bilang, harga komoditas cabai dan tiket angkutan udara pada bulan Maret 2026 mengalami kenaikan akibat permintaan terus meningkat selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Karena tingginya permintaan selama Ramadan-Idulfitri sehingga harga cabai rawit mengalami peningkatan,” ujar Agus.
Ia mengatakan, pada bulan Maret 2026 tarif angkutan udara sempat mengalami penurunan dikarenakan adanya stimulus dari pemerintah.
“Walaupun ada diskon terhadap tarif angkutan udara namun menjelang Idulfitri harganya naik lagi sehingga memberikan andil inflasi di bulan Maret,” ungkap Agus.
Adapun komoditas yang menahan inflasi antara lain tomat, daun bawang, tissu, mobil, emas perhiasan.
“Pada bulan Maret stok tomat dan daun bawang melimpah sehingga harganya mengalami penurunan. Ini akibat musim panen di daerah sentra produksi yakni Modoinding dan Minahasa,” kata Agus.(ian)






