KORANMETRO.COM- Kenaikan harga bahan bakar Avtur mulai berdampak ke sektor pariwisata Sulawesi Utara (Sulut).
Pada bulan April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dan domestik ke Sulut tercatat mengalami penurunan yang cukup dalam.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan Wisman yang masuk ke Sulut pada April 2026 sebanyak 9.006 kunjungan.
Angka ini mengalami turun 21,80 persen dibanding bulan Maret 2026, yang sebanyak 11.517 kunjungan, atau berkurang 2.511 orang.
Adapun jumlah wisatawan domestik yang masuk ke Sulut pada April 2026 sebanyak 1.213.247 perjalanan, turun sebesar 6,32 persen dibandingkan kunjungan sepanjang Maret 2026.
Seiring penurunan minat Wisatawan ke Sulut, jumlah kunjungan pesawat udara juga mengalami kontraksi sebesar 11,34 persen dari Maret 2026.
Kepala BPS Sulut, Watekhi, mengungkapkan pemerintah menetapkan kebijakan penyesuaian biaya tambahan pada tarif penumpang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041/2026.
“Kebijakan tersebut berlaku mulai 13 Mei 2026 sebagai respons terhadap fluktuasi harga bahan bakar penerbangan,” ungkap Watekhi.
Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulut, Reza Dotulung, mengungkapkan bahwa dampak kenaikan harga bahan bakar global mulai terlihat di sektor pariwisata Sulut.
“Pertumbuhan pariwisata yang sangat masif pada triwulan 1, akhirnya harus mengalami penurunan di bulan April,” ungkap Reza, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, kenaikan harga Avtur berdampak ke volume penerbangan Internasional dari dan ke Manado.
“Imbas dari kenaikan harga bahan bakar global ini sudah akhirnya sampai juga di ‘dapur’ kita . Penerbangan dari Korea saat ini tinggal 4-5 kali seminggu dari sebelumnya 7 kali,” kata Reza.(ian)






