Jadikan Keselamatan Gaya Hidup, Honda DAW Bagikan Tips ‘Cari Aman’ untuk Generasi Muda

KORANMETRO.COM- Berkendara dengan sepeda motor kini bukan lagi sekadar sarana transportasi, melainkan telah bergeser menjadi bagian erat dari gaya hidup (lifestyle) masyarakat, khususnya generasi muda.

Aktivitas seperti city riding, berkumpul bersama komunitas di kedai kopi, hingga memproduksi konten perjalanan di media sosial kini menjadi tren yang kian populer. Namun, di balik antusiasme tersebut, faktor keselamatan berkendara tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar.

Bacaan Lainnya

​Menyikapi fenomena ini, PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) selaku Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara, konsisten menggalakkan budaya berkendara aman melalui kampanye ikonik #Cari_Aman.

Kampanye ini hadir untuk mengedukasi masyarakat bahwa berkendara yang ‘keren’ tidak hanya dinilai dari jenis motor yang ditunggangi atau estetika destinasi yang dituju, melainkan dari kedewasaan pengendara dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

​Instruktur Safety Riding PT DAW, Andhika Reynold Salindeho, menegaskan bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele saat berkendara justru kerap menjadi penentu keselamatan di jalan raya.

​”Saat ini banyak anak muda yang menjadikan sepeda motor sebagai bagian dari ekspresi diri dan lifestyle. Itu hal yang sangat positif. Namun, tren ini harus diimbangi dengan kesadaran penuh bahwa keselamatan adalah gaya hidup yang sesungguhnya. Dengan menerapkan prinsip #Cari_Aman, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga berkontribusi menciptakan ruang jalan yang lebih nyaman bagi semua orang,” ujar Andhika.

4 Langkah Sederhana #Cari_Aman di Jalan Raya

​Sebagai wujud kepedulian nyata, PT DAW membagikan empat tips keselamatan berkendara praktis yang mudah dipahami dan bisa langsung diterapkan oleh para pengendara dalam aktivitas sehari-hari:

​1. Hindari Area Blind Spot (Titik Buta) Kendaraan Lain
Jangan membiasakan diri berada terlalu lama di sisi kanan, kiri, atau tepat di belakang kendaraan besar seperti truk, bus, maupun mobil penumpangan. Pastikan posisi berkendara Anda berada di area yang terlihat oleh kaca spion kendaraan di depan. Aturan emasnya: Jika Anda tidak dapat melihat spion kendaraan tersebut, maka pengemudinya pun dipastikan tidak dapat melihat Anda.

​2. Manfaatkan Jalur Roda Kendaraan Depan Saat Hujan
Ketika berkendara di bawah guyuran hujan, pilihlah lajur yang dilewati oleh bekas roda kendaraan di depan Anda. Jalur ini biasanya memiliki volume genangan air yang lebih sedikit dan relatif lebih bersih dari sisa ceceran oli dibandingkan bagian tengah jalan. Hal ini membantu ban motor mendapatkan cengkeraman (grip) yang lebih optimal sehingga kendaraan tetap stabil.

​3. Pegang Stang Kemudi dengan Rileks
Menggenggam stang kemudi terlalu kuat atau kaku hanya akan mempercepat kelelahan fisik dan membuat manuver motor menjadi berat. Pegangan yang santai namun tetap sigap (rileks) akan memudahkan pengendara menjaga keseimbangan secara responsif, terutama saat melewati jalan bergelombang atau menghadapi hembusan angin kencang (crosswind).

​4. Sisakan Ruang Aman Saat Berhenti di Kemacetan
Ketika berhenti di lampu merah atau di tengah situasi kemacetan, usahakan untuk selalu menyisakan jarak aman sekitar satu panjang sepeda motor dengan kendaraan di depan. Ruang kosong ini sangat vital sebagai jalur penyelamatan darurat, misalnya jika kendaraan dari arah belakang terlambat melakukan pengereman.

Andhika kembali menambahkan bahwa menguasai safety riding sebenarnya bukanlah sesuatu yang rumit atau menakutkan. Komitmen tersebut justru dibangun dari konsistensi melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil setiap kali bersiap di atas jok motor.

​”Tidak perlu menunggu momen perjalanan jauh atau touring keluar kota untuk mulai menerapkan safety riding. Justru perjalanan harian menuju kampus, kantor, atau sekadar tempat nongkrong adalah momen terbaik untuk melatih diri. Karena pada akhirnya, perjalanan yang paling keren adalah perjalanan yang berhasil membawa kita pulang ke rumah dengan selamat,” pungkas Andhika.

​Melalui gaung kampanye #Cari_Aman yang masif ini, PT Daya Adicipta Wisesa berharap generasi muda di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang menempatkan keselamatan di atas popularitas tren, sekaligus menumbuhkan ekosistem jalan raya yang jauh lebih aman dan tertib untuk masa depan.(ian/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan