KORANMETRO.COM- Rasio desa berlistrik di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah mencapai 99,56 persen dengan rasio desa berlistrik hampir 100 persen.
Dari total 1.839 desa yang ada di Sulut, tinggal 8 desa yang belum berlistrik, yang tersebar di 2 kabupaten terluar di Indonesia, yaitu Kabupaten Kelulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Di Kabupaten Sitaro, meliputi Desa Lainpatehi dan Desa Poompente. Kemudian untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, Desa Kahakitang, Dalako Bembanehi; Saleko Batu Saiki; Beong; Para dan Para Satu.
“Delapan desa itu sebenarnya ada listrik tetapi bukan listrik PLN. Jadi masyarakat di sana swadaya,” ujar Heru Wardono, Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulut.
Kata Heru, dari 8 desa yang belum berlistrik PLN, 2 diantaranya berlokasi di kaki Gunung Ruang, yang mana warga di kedua desa tersebut telah direlokasi ke Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
“Waktu kita cek fisik, tinggal 6. Ada 2 desa di Gunung Ruang, yang sudah hilang desanya itu namun secara administrasi, sebelum desa itu dinyatakan hilang dari daftar, masih kami catat,” ungkap Heru.
Katanya, untuk desa 6 tersebut nanti masuk ke fase yang kedua pembangunan jaringan beserta pembangkit.
“Pembangkit ini kita sekarang sudah beralih ke energi bersih. Di situ tadi terukir sih Pak, bahwa kita kan melakukan pembangunan PLTS kan di sana, yang di 6 lokasi,” kata Heru.(ian)






