Uang Palsu Beredar di Pasar Bersehati Manado, BI Gencarkan Metode 3D ke Pedagang

KORANMETRO.COM- Bank Indonesia mengingatkan pedagang di Pasar Bersehati Manado, Sulawesi Utara, supaya berhati-hati saat melakukan transaksi, menyusul temuan uang palsu (Upal) yang dilaporkan beberapa pedagang.

Pedagang diminta menerapkan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) saat transaksi dengan pembeli.

Bacaan Lainnya

Bank Indonesia mengingatkan agar masyarakat menerapkan langkah antisipasi risiko uang palsu dengan metode 3D guna memastikan keaslian uang rupiah.

Dilihat. Periksa warna, gambar, dan permukaan uang. Pastikan warna tidak pudar atau buram.

Diraba. Rasakan tekstur dan bagian yang timbul, khususnya pada gambar utama dan angka nominal.

Diterawang. Perhatikan tanda air (watermark) dan benang pengaman ketika uang diterawang ke arah cahaya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Pratikto, mengatakan jika menemukan atau menerima uang yang dicurigai palsu, agar jangan digunakan kembali, kemudian tandai agar tidak tercampur dengan uang asli.

“Segera laporkan dan serahkan uang tersebut ke Kantor Perwakilan BI terdekat atau kepolisian. Jangan digunakan untuk transaksi karena hal ini dapat berimplikasi hukum,” ujar Joko, usai sosialisasi 3D ke pedagang Pasar Bersehati, Kamis (16/7/2026).

Joko bilang, BI akan memeriksa keaslian dalam waktu maksimal 14 hari kerja. Jika uang terbukti asli akan dikembalikan kepada pemilik, dan jika terbukti palsu, maka akan dimusnahkan sesuai prosedur, dan temuan akan digunakan sebagai barang bukti penegakan hukum.

“Catat kronologi penerimaan uang, waktu, tempat, dan pihak yang memberikan uang, untuk mempermudah proses investigasi,” jelasnya.

Joko mengingatkan seluruh masyarakat untuk waspada, kritis, dan segera melapor jika menemukan uang yang mencurigakan.

“Masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga peredaran uang Rupiah yang sehat, serta mendukung upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana pemalsuan uang,” katanya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan