Pemprov Sulut Ungkap Penyebab Antrean Panjang Solar Subsidi di SPBU

KORANMETRO.COM- Antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM jenis solar subsidi di SPBU sudah terjadi sejak pemerintah menaikan harga BBM, beberapa waktu lalu.

Truk dan mobil yang menggunakan solar rela antre berjam-jam di SPBU demi mendapatkan BBM dengan harga murah.

Bacaan Lainnya

Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Reza Dotulung, mengungkapkan bahwa antrean disebabkan karena pemillik kendaraan yang menggunakan Dexlite memilih beralih ke solar subsidi.

“Karena selisih harga solar subsidi dan dexlite yang begitu besar, banyak pengguna kendaraan beralih ke BBM yang lebih murah,” ujar Reza.

Reza bilang, sejak harga Dexlite naik, jumlah kendaraan yang mengantre di SPBU tercatat mengalami peningkatan. “Dahulu kendaraan-kendaraan yang menggunakan Dexlite itu berpindah ke solar subsidi,” ungkapnya.

Kata Reza, kebijakan pemerintah untuk membuka kembali blokir QR Code terhadap kendaraan-kendaraan yang dulu terblokir, semakin menambah jumlah kendaraan yang mengantre membeli solar.

“Ada juga kendaraan-kendaraan lintas provinsi mengantre membeli solar di SPBU kita, sehingga terjadi peningkatan antrean,” jelasnya.

Reza bilang, peralihan pengguna dexlite ke solar subsidi terlihat dari data peningkatan konsumsi solar subsidi dari 13.557 kiloliter per bulan menjadi 14.127 kiloliter.

“Dalam catatan kami untuk konsumsi bulan Mei-Juni 2026 sebanyak 14.000 kiloliter, ada kenaikan sekitar 500 kiloliter, melonjak dari konsumsi rata-rata bulanan,” kata Reza.

Menurutnya, jika terjadi lonjakan konsumsi solar subsidi, Pemprov Sulut akan mengantisipasi dengan penambahan atau penyesuaian kuota.

“Pemprov selalu memonitor setiap bulan. Jika terjadi konsumsi lonjakan konsumsi yang artinya menyerap jauh di atas kuota, kita memastikan ada penambahan kuota agar kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi bisa terpenuhi,” katanya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan