KORANMETRO.COM- Wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, diguncang gempa bumi tektonik, pada Rabu (5/8/2026) pagi pukul 04:16:38 Wita.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.7 pada kedalaman 15 kilometer (Km).
Episenter gempa bumi berlokasi di laut pada jarak 114 Km arah barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara.
Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Wijayanto, menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik,” ujar Wijayanto.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di Manado, Minahasa Utara, Bitung; skala III MMI di Ternate.
Hingga pukul 04:35 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan.
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
“Himbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” kata Wijayanto.(ian)





