KORANMETRO.COM- Seminggu jelang perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, penjualan bendera dan aksesori dekoratif 17-an masih sepi.
Beberapa pedagang musiman aksesori tujuhbelasan yang ditemui di seputaran Kota Manado, rata-rata mengeluhkan hal yang sama, tahun ini pembeli berkurang jauh.
Pedagang mengaku, biasanya seminggu jelang 17 Agustus, dagangan bendera dan aksesori laku keras.
“Jauh kalau dibandingkan tahun lalu. Tahun ini sangat sepi, padahal ini kurang seminggu lagi,” ujar Agus, pedagang aksesori tujuhbelasan, yang biasa berjualan di simpang tiga Kairagi, Selasa (11/8/2026).
Kata Agus, sejak ia mulai berjualan di akhir Juli, hingga kini dagangannya masih sepi pembeli. Agus mengaku omzet tahun ini tak sebaik sebelumnya.
“Tahun ini pembeli rata-rata cari bendera. Kalau tahun lalu semua laku, bendera, background sama umbul-umbul,” ungkap Agus.
Keluhan serupa juga disampaikan Ali, pedagang di seputaran Taman Makam Pahlawan Paal Dua. Pria paruh baya ini mengeluhkan penurunan omzet penjualan.
“Biasanya awal Agustus itu sudah mulai ramai tapi sampai sekarang masih sepi. Yah kita ikhlas saja, yang penting ada yang laku, buat makan, cukup,” ungkap Ali.
Selain sepi pembeli, tahun ini dagangan yang laku hanya bendera dan umbul-umbul. Sedangkan background dan aksesoris lain sepi peminat.
Ali bilang, pembeli dari instansi pemerintahan, dinas, dan sekolah-sekolah tahun ini nyaris tidak ada. Padahal, katanya, instansi pemerintah sering membeli dalam jumlah banyak.
“Paling banyak dicari bendera ukuran kecil. Kalau backgroud kurang. Pembelinya pun rata-rata untuk pakai di rumah, dari instansi belum ada. Semoga saja akhir pekan ini banyak pembeli,” katanya.(ian)




