KORANMETRO.COM- Kebakaran SD Negeri 2 Langowan, di Desa Amongena, Kabupaten Minahasa, menyebabkan sejumlah kerugian material.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 15.30 Wita, menyebabkan sekitar 10 ruangan sekolah hangus terbakar.
Tercatat, 10 ruangan terdampak kebakaran, terdiri atas satu ruang gudang, satu ruang perpustakaan, dua rumah dinas guru, serta enam ruang kelas.
Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta, meliputi kerusakan bangunan sekolah, sarana dan prasarana pendidikan, serta perabot rumah tangga di rumah dinas guru. Meski begitu, tidak terdapat korban jiwa.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian diperparah oleh tiupan angin kencang sehingga api dengan cepat menjalar ke sejumlah ruangan.
“Kami minta masyarakat untuk dapat memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan guna mencegah terjadinya kebakaran,” ujar AKBP Steven JR Simbar, Kapolres Minahasa.
Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, saat kejadian puluhan siswa tengah mengikuti latihan drumband dalam rangka persiapan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Orang tua siswa yang pertama kali melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian plafon ruang gudang sekolah.
Bersama guru, para orang tua memeriksa sumber asap. Namun, api diketahui telah membesar di bagian plafon gudang dan dengan cepat merambat ke ruang perpustakaan hingga ruang-ruang kelas.
Para orang tua segera mengevakuasi anak-anak mereka beserta peralatan drumband ke lokasi yang aman sambil meminta bantuan warga sekitar.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan bersama personel Polri serta masyarakat berhasil memadamkan api sehingga tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.(ian)





