Tanaman Hortikultura Picu Penurunan NTP Sulut, Daya Beli Petani Menurun

Pedagang tomat di Pasar Bersehati Manado.

KORANMETRO.COM- Nilai tukar petani (NTP) di Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan penurunan pada Agustus 2026. Ini menandakan bahwa daya beli petani Sulut juga mengalami penurunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP Sulut Agustus 2026 sebesar, 126,79 atau turun sebesar 2,14 persen dibandingkan bulan Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Penurunan NTP dipicu indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Nilai indeks harga yang diterima petani di Agustus mengalami penurunan sebesar 3,05 persen, sementara nilai indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,93 persen.

Kepala BPS Sulut, Watekhi, mengatakan komoditas utama yang memiliki andil terbesar terhadap penurunan indeks harga yang diterima petani yaitu tomat, kentang, bawang daun, babi dan ayam ras pedaging.

“Komoditas utama yang memiliki andil terbesar terhadap penurunan indeks harga yang dibayar petani yaitu tomat, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, dan daging babi. Pada bulan Agustus, tomat dan bawang mengalami deflasi,” ujar Watekhi.

Menurutnya, harga komoditas tomat dan bawang merah pada bulan Agustus 2026 kembali mengalami penurunan seiring melimpahnya hasil panen dari daerah sentra produksi yang menyebabkan stok meningkat.

Kata Watekhi, tomat dipasok dari Minahasa, sementara komoditas bawang merah dipasok dari Bima dan Makassar.

“Penyumbangnya yang terbesar adalah tomat, kemudian kentang. Tomat inflasi juga minus atau deflasi,” ucapnya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan