KORANMETRO.COM- Program Studi Sarjana Terapan (D4) Teknik Jalan dan Jembatan (TJJ) Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar Focus Group Discussion (FGD), pada Kamis (3/9/2026).
FGD bertajuk Analisis Kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (Dudika), dilaksanakan di Ruang Teater Polimdo.
Forum hibrida ini digelar untuk merombak kurikulum pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri konstruksi modern.
Langkah strategis ini merupakan tahap pertama dalam siklus pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education dengan model ADDIE.
Giat ini, terlaksana usai Prodi D4 TJJ Polimdo berhasil meraih hibah kurikulum nasional Link and Match dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.
Dalam perombakan kurikulum ini, Polimdo mengusung pendekatan unik bertajuk Bertanya dan Menemukenali, guna menggeser paradigma akademis konvensional yang cenderung berfokus ke dalam menjadi berorientasi penuh pada industri.
Koordinator Program Studi D4 TJJ Polimdo, Dr Ir Olivia Moningka, ST, MArs, menegaskan bahwa pihak kampus memilih untuk mendengarkan kebutuhan kompetensi langsung dari pengguna lulusan sebelum menyusun struktur mata kuliah.
”Kami tidak ingin merumuskan kompetensi di dalam menara gading akademis. Kami memposisikan diri secara murni untuk bertanya kepada industri, jabatan kerja apa yang mereka butuhkan? Apa tugas pokok di lapangan? Keterampilan serta sikap kerja seperti apa yang wajib dimiliki lulusan? Dari jawaban otentik itulah fondasi kurikulum ini kita bangun bersama,” ujar Dr Olivia.
Melalui sinergi antara industri nasional dan lokal dalam FGD besok, Polimdo berharap hasil pemetaan matriks kompetensi ini mampu melahirkan lulusan D4 Teknik Jalan dan Jembatan yang adaptif, kompeten, dan siap kerja sesuai standar DUDIKA.(brs)






