KORANMETRO.COM- Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan indikasi sebaran abu vulkanik berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Otoritas terkait menyatakan Bandara Soetta ditutup sementara, Minggu (6/9/2026) pagi.
Penutupan yang sebelumnya diperkirakan sampai pukul 05.30 WIB diperpanjang hingga sekitar 09.30 WIB, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan.
Penutupan Bandara Soetta berpengaruh terhadap sejumlah penerbangan yang memiliki rute Jakarta–Manado dan Manado–Jakarta.
Data Bandara Sam Ratulangi Manado menunjukkan 978 penumpang pada delapan penerbangan yang terpantau dalam rangkaian penerbangan Jakarta–Manado dan Manado–Jakarta.
General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, mengatakan calon penumpang yang melakukan perjalanan Manado–Jakarta maupun Jakarta–Manado, agar terus memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.
“Menghubungi atau mendatangi Customer Service maskapai apabila penerbangan mengalami delay atau cancel,” kata Purwoko.
Ia meminta penumpang tidak terburu-buru menuju bandara sebelum memperoleh kepastian status penerbangan apabila terdapat perubahan jadwal.
Purwoko mengimbau agar penumpang mengikuti arahan petugas bandara dan maskapai selama berada di area terminal.
“Kami mengimbau penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari maskapai. Bandara Sam Ratulangi tetap beroperasi dan seluruh personel kami bersama stakeholder terkait terus melakukan monitoring untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik,” jelas Radityo.(ian)






