Kekeringan Ekstrem Landa Bolmut, Sudah 106 Hari tak Hujan

KORANMETRO.COM- Fenomena EL Nino dan musim kemarau di Sulawesi Utara (Sulut) sudah berlangsung kurang lebih 4 bulan.

Selama periode tersebut curah hujan makin jarang terjadi, bahkan di beberapa wilayah sudah berbulan-bulan tak turun hujan.

Bacaan Lainnya

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hari tanpa hujan (HTH) di Sulut makin panjang.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, melalui Koordinator Bidang Observasi dan Informasi, Muhammad Candra Buana, mengungkapkan hasil monitoring BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah di Sulut mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kriteria ekstrem.

“Sudah banyak wilayah yang berada pada kriteria ekstrem, artinya sudah lebih dari 60 hari tanpa hujan,” ujar Candra, saat ditemui, Senin (28/9/2026).

Katanya, daerah yang mengalami HTH terpanjang yakni Kecamatan Pinogaluman, di Bolaang Mongondow Utara. “Di wilayah itu sudah 106 hari tanpa hujan. Informasi ini akan kami update setiap dasarian,” katanya.

Curah hujan yang semakin jarang menyebabkan tanah dan tanaman cepat kering, berkurangnya persediaan air di sungai, waduk, dan sumur, serta meningkatkan resiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

“Wilayah-wilayah ini sudah kita diskusikan dan dampaknya memang, terutama untuk wilayah Bolmong, Bolmut, yang sentra padi, itu banyak wilayah yang sudah tidak dapat air,” jelas Candra.

Menurutnya, dinas terkait sudah memberikan sosialisasi terhadap para petani, sehingga beberapa petani yang memang mengikuti instruksi dari Dinas Pertanian menunda untuk melakukan penanaman.

“Meski begitu ada juga beberapa yang memaksa untuk menanam, risikonya sudah mengalami gagal panen untuk saat ini,” kata Candra.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan