Hujan Deras Guyur Kota Manado Disambut Gembira Warga Terdampak Kekeringan

KORANMETRO.COM- Hujan dengan intensitas lebat dan durasi waktu yang lumayan lama, mengguyur sebagian besar wilayah Kota Manado, pada Selasa (27/10/2026) siang, mulai pukul 12.15 Wita.

Hujan yang berlangsung kurang lebih 1 jam disambut gembira oleh warga Kota Manado. Terutama di wilayah-wilayah yang dilanda bencana kekeringan ekstrem.

Bacaan Lainnya

Salah satunya Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget. Warga di kelurahan yang berbatasan langsung dengan Bandara Sam Ratulangi ini, tidak menyia-nyiakan air hujan yang turun dari langit.

Sejumlah warga berinisiatif menampung air hujan menggunakan wadah ember, galon, bahkan tong penampungan air.

“Warga pakai air hujan buat mencuci pakaian dan piring kotor, juga untuk air di kamar mandi. Kalau air bersih ada dari Pemkot yang rutin bawa,” kata Jery Ramoh, Ketua Lingkungan 7 Mapanget Barat.

Kata Ramoh, hujan kali ini lumayan deras dan lama sehingga banyak air yang bisa ditampung warga.

Ia berharap, kondisi ini menjadi pertanda baik bahwa musim hujan akan segera tiba di Kota Manado.

“Pekan lalu juga sudah hujan tapi masih rintik-rintik. Semoga saja sudah akan hujan, supaya sumber-sumber mata air di sini kembali penuh,” ucapnya.

Kelurahan Mapanget Barat salah satu wilayah di Kota Manado dengan kondisi kekeringan ekstrem parah. Mata-mata air mengering, lahan-lahan pertanian puso. Kondisi ini diperparah dengan kebakaran lahan yang kerap terjadi.

BMKG memprediksi Sulawesi Utara akan memasuki musim hujan dasarian pertama dan kedua bulan November 2026.

Sebagian besar Bolaang Mongondow bagian timur, sebagian besar Minahasa Selatan, sebagian Minahasa Tenggara, Minahasa bagian barat daya hingga barat, dan sebagian Kota Tomohon, akan lebih dulu mengalami musim hujan.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan