KORANMETRO.COM- Fenomena El Nino ekstrem menyebabkan awal penghujan 2026-2027 di Sulawesi Utara, mundur satu dasarian dari normalnya.
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026-2027 akan mulai berlangsung pada bulan November 2026, mundur dari normalnya di bulan Oktober.
Kondisi ini menyebabkan hari tanpa hujan (HTH) semakin panjang. Di beberapa wilayah bahkan sudah lebih dari dua bulan tak turun hujan.
BMKG mencatat sebagian besar wilayah di Sulawesi Utara mengalami HTH dengan kategori ekstrem, lebih dari 60 hari.
“Monitoring terakhir update dasarian ke-3 September, hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara sudah mengalami HTH dengan kategori ekstrem,” ujar Muhammad Candra Buana, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, Senin (5/10/2026).
Dijelaskannya, HTH ekstrem terpantau di 123 titit, termasuk wilayah kepulauan. “HTH yang terpanjang adalah di Pos Hujan BPP Kaidipang, itu sebanyak 108 hari tanpa hujan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara,” ungkap Candra.
Ia menjelaskan, El Nino umumnya menyebabkan musim kemarau menjadi lebih kering, karena curah hujan berkurang dan hari tanpa hujan berlangsung lebih lama.
“Kemarau ekstrem membuat tanah dan tanaman cepat kering, gagal panen, berkurangnya persediaan air di sungai, waduk, dan sumur, serta meningkatkan resiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan,” katanya.(ian)






