oleh

SKPD Boltim Kewalahan Kejar Taget PAD Rp 17 Miliar

-Politik, Totabuan-90 views

Sekda Boltim Ir Muhamad Assegaf

METRO,Boltim- Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tahun anggaran 2018 sebesar Rp 17 Miliar sepertinya sulit untuk dicapai oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Betapa tidak,  sampai akhir triwulan ketiga dibulan September ini,  pencapaian PAD  terbilang mash jongkok yakni baru dikisaran Rp 5 Miliar lebih.

Oleh beberapa sumber yang dapat dipercaya di SKPD ketika ditemui METRO mengaku, bahwa mereka mengalami kewalahan mengejar target PAD. Hal tersebut dikarenakan anggaran operasional seperti perjalanan dinas hampir semua SKPD sudah tidak mencukupi.

” Bagimana torang mo pacu PAD, sedangkan anggaran perjalanan dinas dalam daerah so ndak ada akibat dipangkas habis-habisan pada pergeseran anggaran,” ungkap beberapa oknum pejabat yang enggan nama mereka dikorankan kepada METRO baru-baru ini.

Sehingga menurut mereka, target PAD Rp 17 Miliar tahun ini sulit untuk dicapai. Namun, pernyataan berbeda sebelumnya diterangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim Ir. Muhamad Assagaf. Dia berpendapat, pemicu PAD minim adalah  Undang-Undang (UU) Nomor 28 tahun 2014 dan UU nomor 23 tahun 2016 tentang pajak dan retribusi didalamnya soal  izin pertambangan, gajian C dan lainnya yang sebelumnya menjadi kewenangan Pemerintah Daerah telah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov).

” Kedua UU tersebut membatasi Pemda Boltim untuk memaksimalkan PAD dari izin galian C dan pertambangan emas. Pun juga Terminal dan Pasar untuk Tipe A dan B, bukan kewenangan Pemda Boltim mengambil retribusi. Hanya bisa dipungut daerah terminal dan pasar tipe C,” sebut Assagaf.

(Penulis: Erwin Winerungan)