oleh

Bara Hasibuan: Ratusan Tahun Sekolah Minggu Tidak Pernah Ada Masalah

Wakil ketua DPR RI dan Bara Hasibuan saat berdiskusi di IAKN, Senin (19/11/2018). 

METRO, Manado– Anggota DPR RI Dapil Sulut Bara Krishna Hasibuan Walewangko menyatakan  bahwa negara akan melangkah terlalu jauh jika masuk campur dalam urusan Sekolah Minggu. Karena Sekolah Minggu yang menjadi istiadat umat Kristen selama ratusan tahun dilaksanakan tidak ada masalah.

Bara juga mengakui bahwa ia menangkap banyak keresahan terhadap RUU ini, terutama komunitas nasrani terkait pasal yang mengatur kegiatan sekolah minggu.

“Saya langsung mengontak ketua DPR RI untuk bagaimana bisa berdiskusi dengan publik di Kota Manado. Karena menurut saya, sekolah minggu tidak perlu diatur karena itu adalah sekolah non formal,” kata dia, Senin (19/11/2018).

“Sekolah minggu sudah menjadi tradisi bagi umat Kristen dan itu adalah bagian dari ibadah setiap hari minggu bagi anak-anak yang sudah berlangsung ratusan tahun dan tidak pernah ada masalah sama sekali,” tambah dia.

Bara sendiri menghadiri acara diskusi yang digelar Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, guna menyerap aspirasi masyarakat terkait RUU ini, yang menghadirkan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher.

Taher sendiri mengatakan, RUU tersebut belum sampai kepada mereka, tetapi karena RUU ini sudah masuk di rana publik dan menimbulkan berbagai reaksi penolakan atau masukan usul dan saran, maka mereka memandang perlu turun dan menjaring aspirasi masyarakat terkait hal ini.

“Kami sebagai tumpuan dan harapan bagi rakyat serta aspirasi datang untuk mendengarkan rekomendasi dan masukan dari rakyat. Kami DPR belum menerima karena baru diajukan di paripurna yang lalu, kemudian diteruskan kepada pemerintah ketika sudah disetujui kita buatkan Panja RUU pesantren,” jelasnya.

Untuk sekolah minggu, Taher Menyatakan bahwa itu tidak akan terganggu dengan RUU karena sekolah ini sama halnya dengan sekolah islam, yang juga ada pendidikan non formal, maka dia tidak diatur secara formal tetapi diatur berdasarkan kebutuhan internal agama masing-masing.

Bara sendiri mengharapkan kampus IAKN menjadi institut pendidikan yang berkelas dan bisa memberikan kontribusi terhadap Sulut untuk meningkatkan kualitas dari pembangunan manusia.

“Harus menang dalam segala sesuatu, bukan hanya dengan kekuatan kualitas tetapi menjadikan manusia yang mempunyai modal atau peran yang sangat strategis. Saya percaya, bukan hanya kampus lain yang bisa menciptakan orang-orang baik, kampus IAKN manado ini juga saya yakin bisa mencetak-mencetak manusia yang sangat unggul,” kata legislator Fraksi PAN itu .

“Tentunya kita juga mengharapkan manusia-manusia itu bukan hanya mempunyai ilmu, intelektual skil, kemampuan pratikel, tetapi juga manusia yang mempunyai iman karena ketika manusia itu tidak mempunyai iman yang kuat maka seorang itu tidak mempunyai etika bisnis moral. Jadi saya percaya dan saya yakin kampus IAKN pengajaran iman pasti sangat ditekankan dikampus ini,” kunci dia.

Diketahui kunjungan kerja ini dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Dr. H. M. Ali Taher S.H., M.Hum bersama rombongan dan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Thomas Pentury serta Anggota DPR RI dapil Sulut Bara Krishna Hasibuan Walewangko. (ysl)

Komentar