oleh

Menjadi Pelayan Publik

Vindy Tirayoh bersama Erik Tohir

 

 

METRO, Tondano – Siapa saja yang terjun ke dunia politik, terlebih bertarung dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tentunya memiliki motivasi tersendiri. Begitu juga dengan Vindy Tirayoh SE yang kini berstatus Caleg DPRD Sulut dari Dapil Minahasa dan Tomohon.
Bagi lelaki yang sempat meniti karir sebagai Vice CMIB Niaga bahwa motivasinya adalah untuk menjadi pelayan publik atau rakyat.
“Jika menjadi pelayan publik adalah orang yang benar sungguh ingin dekat dan bekerja untuk rakyat,” jelas lelaki berlatar belakang ekonomi perbankan ini.
Tentunya dengan latar belakang itu, Vindy siap mengawasi pengelolaan keuangan daerah sehingga harus transparan melalui E-Budgeting.
“Akan juga berusaha menghilangkan pemborosan anggaran di DPRD untuk dialihkan ke sektor kesehatan, pendidikan dan lainnya yang lebih berguna. Termasuk menolak Peraturan Daerah (Perda) berbau Agama sesuai komitmen partainya,” tambah lelaki pecinta olah raga Basket.
Lantas kenapa memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai kendaraan politiknya dengan nomor urut dua di Dapilnya. Menurut Vindy karena PSI adalah Parpoo yang mendukung para tokoh anti korupsi dan intoleransi.
“Kalau tidak ada PSI, saya bakal jadi antipati Parpol serta hanya akan menjadi relawan. Namun ternyata partai ini datang dengan semangat dan gaya politik baru, bukan muncul dari lingkungan elit melainkan hanyalah sebuah gerakan anak muda,” pungkasnya.
Hal itu jugalah yang mendorongnya ke panggung politik di Pemilu 2019 nanti. Karena kekagumannya dengan sosok Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang sejalan dengan visi misi PSI.
“Sejak 2012 saya sudah jadi relawan Jokowi-Ahok dan 2014 bagi Jokowi untuk Pilpres. Itulah menjadi awal saya tertarik dengan dunia politik,” tambahnya.(cel)

Komentar