oleh

Pertamina: Ada Restoran Pakai Elpiji 3 Kg 40 Tabung Per Hari

-Ekonomi, Info, Politik, Sulut-48 views

Komisi II Desak Pertamina Tambah Jatah untuk Sulut

METRO, Manado– Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang kian meresahkan di masyarakat ditindaklanjuti oleh Komisi II bidang Perekonomian dan Keuangan dengan menggelar hearing PT Pertamina dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kamis (29/11/2018) sore.

Dari rapat dengar pendapat tersebut, Branch Marketing Manager PT Pertamina Suluttenggo, Addieb Arselan mengungkapkan bahwa tahun 2018 ini, Sulut mendapat jatah 22.182.000.000 untuk 550 ribu Kepala Keluarga yang masing-masing setiap bulan dua sampai empat tabung.

“Ini kami distribusikan secara terbuka, tidak dikualifikasi sesuai mampu atau tidak mampu, atau juga jenis usaha,” terang Arselan dalam hearing yang dipimpin Ketua Komisi II Cindy Wurangian itu.

Dengan keluhan-keluhan yang disampaikan oleh masyarakat itu, Arselan menyampaikan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melakukan sidak ke restoran, rumah-rumah hingga hotel apakah menggunakan gas tabung melon itu.

“Ternyata ada restoran yang kami dapati menggunakan 40 tabung gas elpiji 3 kilogram per harinya. Bayangkan saja. Dan kami langsung meminta dan mengganti tabung-tabung tersebut dengan gas elpiji yang lebih besar,” kata Arselan.

Pada hearing tersebut, Cindy Wurangian selaku Ketua Komisi II meminta Pertamina tegas dalam distribusi gas elpiji 3 kilogram. 

“Harusnya hanya di pangkalan saja dengan harga Rp18 ribu. Tapi ternyata ada di warung-warung yang menjual dengan harga Rp25 ribu sampai Rp40 ribu. Pertamina harus punya regulasi yang jelas dan tegas soal ini,” tegas Cindy.

Sedangkan Wakil ketua DPRD Stefanus Vreeke Runtu yang juga hadir dalam rapat tersebut menyampaikan keraguannya jika kuota untuk Sulut tidak cukup.

“Kami tidak tahu bagaimana sampai ukuran 4 tabung sebulan untuk warga, cukup atau tidak. Rakyat butuh penjelasan, mekanismenya bagaimana. Karena kalau di warung bisa capai Rp40rb takutnya kuota yang disampaikan Pertamina tak sesuai dengan di lapangan,” tambah dia.

Politisi Partai Golkar itu juga meminta agar Pertamina dan Pemerintah juga ikut menyidak rumah-rumah keluarga yang mampu, termasuk anggota dewan.

“Jangan sampai kita anggota dewan yang jadi tempat pengeluhan rakyat, tapi kita juga pakai tabung gas elpiji 3 kilogram. Ini kan miris,” sindir SVR.

Turut hadir dalam hearing tersebut, di antaranya Noldy Lamalo, Audy Wongkar, Edwin Lontoh dan dari Biro Ekonomi Pemprop Sulut. (YSL)

Komentar