oleh

Pemerintah Harus Ambil Langkah Cepat Atasi Kelangkaan Gas

Karinda saat bertemu konstituen.

METRO, Manado– Setelah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram terjadi di hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara, kini ketersediaan gas tabung 5 kilogram juga kian menipis. Masyarakat pun kembali menjerit.

Kepada wartawan, Ketua Komisi IV bidang Kesejahteraan James Karinda SH MH menyatakan desakannya agar pemerintah segera bergerak.

“Masyarakat sana-sini mengeluhkan kelangkaan gas. Harusnya Pertamina cepat tanggap dan Pemerintah ambil langkah cepat. Kasihan masyarakat,” kata dia, Rabu (13/12/2018).

Ia berharap, apa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat jelang Natal harus dijamin Pemerintah. Karinda mengingatkan soal stok sembilan bahan pokok dan ketersediaan listrik yang akhir-akhir ini dilakukan pemadaman bergilir.

“Jangan hanya bilang stok aman tapi di masyarakat kelangkaan menjadi-jadi. Karena yang susah adalah masyarakat. Harga dan ketersediaan sembako dan listrik harus dikontrol. Jangan buat masyarakat susah,” tambah politisi Partai Demokrat itu.

Selain itu, Karinda mengingatkan pemerintah soal waspada dan tanggap darurat bencana, mengingat curah hujan yang cukup tinggi terjadi di Sulut.

“Pemerintah juga harus waspada melihat kondisi hujan agar tidak terjadi bencana tanah longsor dan banjir. Harus antisipatif,” pungkas Karinda.

Seperti pernah diberitakan, pada akhir November lalu Komisi II bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Sulut melakukan hearing dengan PT Pertamina. Namun, meski telah didesak secara politis, hingga sekarang kelangkaan dan kenaikan harga ecer gas elpiji bersubsidi masih terus terjadi. (YSL)

Komentar