oleh

Pemkab Minut Tarik Guru PNS dari Sekolah Swasta

-Minut & Bitung-147 views

Bupati pimpin Rakor Kepsek.

METRO, Airmadidi – Pemkab Minahasa Utara mulai Januari 2019 ini akan menarik guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di
sekolah swasta untuk kembali ditempatkan di sekolah negeri. Hal ini
diungkapkan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP) dalam rapar koordinasi (rakor) kepala sekolah (kepsek) Kabupaten Minahasa Utara,
Kamis (17/01/2019) di lokasi SMP Negeri 1 Airmadidi.

Pada kesempatan itu Bupati mengimbau seluruh guru PNS yang mengajar di sekolah swasta, kembali ke asalnya. Menurutnya ini sebagai amanat dari Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN), dimana posisi pengabdian PNS ada di instansi pemerintah.

“Bagi guru-guru yang statusnya PNS dan masih mengajar di sekolah
swasta, wajib pindah ke sekolah negeri,” tegas Bupati VAP didampingi
Sekda Ir Jimmy Kuhu MA, Plt Kadis Pendidikan Bernadeta Longdong dan
Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Minut Styvi Watupongoh SIP di hadapan para kepsek.

Bupati menegaskan, dalam UU ASN menyebutkan aparatur sipil negara
hanya terdiri dari PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja
(PPPK). Keduanya mengabdi di instansi pusat maupun daerah.
“Guru PNS yang diperbantukan di swasta, sudah saatnya pulang ke
asalnya. Kalau menolak, ada sanksi tegas yang akan diberlakukan sesuai
PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Guru ASN yang ada di sekolah
swasta segera mengurus berkas dan siap dipindah ke sekolah negeri. Ini
kebijakan dari pemerintah pusat, karena ada aturan dan kita akan
dikenakan TGR (tuntutan ganti rugi),” tegas Bupati VAP.

Untuk jumlah guru PNS yang masih bertahan di sekolah swasta, menurut
Panambunan masih akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara itu Plt Kepala BKPP Minut Styvi Watupongoh menambahkan
pengembalian guru PNS ke sekolah negeri dalam upaya penataan pegawai.

“Selama ini dikeluhkan sekolah negeri kekurangan guru sehingga hanya
diisi honorer. Tetapi sesuai data jumlah guru PNS itu banyak tetapi
justru bertugas di sekolah swasta. Seharusnya sekolah swasta itu
didirikan oleh yayasan harus mempu membiayai sendiri termasuk
pengadaan guru sendiri,”  ungkap Watupongoh.

Lanjutnya setelah semua guru PNS ditarik dari sekolah swasta, nantinya
akan didistribusikan lagi ke sekolah-sekolah negeri yang kekurangan
guru. “Kalau pun setelah disebar masih ada kelebihan guru PNS itu,
nanti akan disebar lagi ke sekolah swasta yang membutuhkan,” papar
Watupongoh, seraya menambahkan penarikan guru PNS dari sekolah swasta dimulai Januari ini.(RAR)

Komentar