Meski Tuna Netra Mau Memberi Diri Demi Sukses Pemilu

Memiliki kekurangan secara fisik tak mengurungkan niat bagi Steven Kowaas SSos dalam ikut mensukseskan Pemilu tahun 2019 ini. Karena meski berstatus Disabilitas sebagai penyandang Tuna Netra, hal itu tak mengurungkan suami tecinta Trivine Karepowan.
Oleh karena itu lelaki kelahiran 29 tahun silam ini berbagung bersama tim relawan demokrasi KPU Kabupaten Minahasa.
“Tujuan saya adalah pemberian diri,” ungkap ayah beranak satu yang berdomisili di Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan ini.
Maksudnya adalah hanya ingin mensosialisasikan soal Pemilu kepada rekannya sesama Disabilitas. Terlebih bagi Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Minahasa ini adalah meningkat partisipasi masyarakat di Pemilu, termasuk kaum disabilitas.
Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial Manado ini mengaku jika keterlibatannya sebagai relawan tak pernah menemukan kendala apapun. Karena dirinya mengaku cara tersendiri dalam sosialisasi terlebih ketika melakukan ceramah, simulasi, tanya jawab dengan membuat prosesnya tak kaku.
Ketua KPU Minahasa Lord Malonda mengatakan jika kehadirian relawan demokrasi ini sangat membantu pihaknya. Dimana untuk relawan demokrasi di Minahasa jumlah keseluruhannya sebanyak 55 orang.
Jumlah itu terdiri dari beberapa basis seperti Disabilitas, Pemilih Muda dan Pemilih Pemula.
Koordinator Divisi SDM dan Parmas Peter Maweikere menambahkan jika pihaknya menyiapkan alat bantu coblos kepada pemilih Tuna Netra seperti Tamplete. Dan tentunya telah meggandeng Pertuni Minahasa bersama KPU mensosialisasikan proses Pemilu.(cel)

Baca Juga :  Demokrat: Semoga GSVL Selamat Sampai di Tujuan
Bagikan sekarang...

Berita Terbaru