oleh

Polres Minut Ungkap Peredaran Sabu 10,10 Gram dari Sulteng

Kapolres Minut AKBP Jeffry RP Siagian menggelar press releas pengungkapan Sabu dari Sulteng.


METRO, Airmadidi – Satuan Narkoba Polres Minahasa Utara (Minut) berhasil
mengungkap peredaran narkotika jenis sabu antar provinsi dari Sulawesi Tengah.
Dalam penyergapan di ruas jalan Desa Maumbi Kecamatan Kalawat, Minahasa
Utara, polisi berhasil mengamankan lelaki RD (37) lelaki asal Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) beserta 10,10 gram sabu, Sabtu (16/03/2019) pekan lalu sekitar pukul
03.00 WITA.


Kapolres Minahasa utara AKBP Jefri Ronald Parulian Siagian, SIK didampingi Kasat Narkoba AKP Hilman Muthalib dalam press release di Aula Satya Saprabu
Polres Minut Kamis (21/03/2019) kemarin mengungkapkan, pengungkapan kasus
peredaran narkoba lintas provinsi ini merupakan hasil penyelidikan kurang lebih
selama tiga bulan sejak Januari 2019.


“Awalnya masuk informasi ada pengedar sabu di Minut. Setelah didalami dan
dipelajari modus operandinya barang dari proponsi lain menggunakan jalur darat.
Dari pendalaman penyelidikan akhirnya dilakukan penangkapan pada Sabtu dini
hari pukul 03.00 WITA di jalan Maumbi,” ungkap Kapolres.
Lanjut Siagian, tersangka RD ditangkap saat mengemudikan mobil Xennia
bernomor polisi DN 1050 UY. “Barang bukti berupa sabu dalam bungkusan tas
plastik disembunyikan di dashboard bagian bawah setir mobil. Barang bukti yang
ditemukan seberat 10,10 ini diakui tersangka sebagai miliknya,” tegas Siagian.


Menurut Kapolres, tersangka mengakui sudah beberapa kali mengantar sabu ke
Minut dari Sulawesi Tengah melalui jalur darat. “Tersangka rupanya sudah punya
jaringan di sini (Minut, red) sebab mengaku sudah beberapa kali mengantar sabu.
Kedatangannya ke Minut memang khusus untuk mengantar narkoba,” papar
Siagian, seraya menambahkan tersangka juga merupakan pemakai mengaku
pernah direhabilitasi.


Lebih lanjut menurutnya jaringan dari tersangka juga ada di propinsi lain. Siagian
menambahkan untuk barang bukti diperkirakan bernilai sekitar Rp 30 juta-an.
“Pasal yang diterapkan yaitu 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 dan 2 Undang-
Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman
penjara seumur hidup atau penjara minimal 6 hingga 20 tahun,” tandas Kapolres.


Sementara itu Mutalib mengimbau agar masyarakat yang mengetahui adanya
peredaran narkoba untuk dapat menginformasikannya ke pihak kepolisian. “Kita
sudah menyatakan perang terhadap narkoba, jadi jangan ragu untuk memberikan informasi kepada polisi,” pungkasnya.(RAR)

Komentar