Sulut Dirugikan di Pra-PON, Israellah Saweho Dilarang Tanding

KEJADIAN aneh terjadi menjelang pertandingan kelas 45 Kg women cabang olahraga tinju di ajang Pra-PON. Pasalnya, nama Israellah Bonita Athena Saweho, yang sudah tercatat sebagai peserta dan sudah masuk daftar tanding, Sabtu (21/09) tiba-tiba dilarang tanding, Ofisial Tim Pra-PON Sulut tampak sangat bingung dengan adanya larangan tanding.

Sebab, informasi yang berkembang di lokasi pelaksanaan pertandingan di Ternate Maluku Utara, Aellah dilarang bertanding karena usianya masih muda. Larangan tersebut justru menyulut kontroversi karena ternyata bukan hanya Aellah yang tercatat sebagai petinju yang belum mencukupi usia kategori elite.

Selain itu, langkah yang dilakukukan pihak panitia dengan melarang Aellah bertanding karena alasan usia sangat tidak masuk diakal dan melanggar aturan itu sendiri. Sebab, dengan tercatatnya nama Aellah sebagai peserta Pra-PON dan sudah terjadwal dalam suatu pertandingan, berarti sudah sah sebagai peserta.

Jadi, ketika Aellah tidak diizinkan naik ring dengan alasan usia padahal sudah timbang badan membuat nama besar organisasi olahraga tinju di tanah air menjadi tercoreng. Pasalnya, organisasi olahraga tinju di tanah air tersebut terkesan menghambat karir seorang petinju muda yang memiliki prospek cerah di masa yang akan datang.

“Sulut harus ajukan surat protes secara resmi ke PP Pertina dan minta klarifikasi mengenai keputusan yang diambil oleh Panpel Pra-PON yang ada di Ternate. Ini merupakan kejahatan di dunia olahraga,” ujar Andyka Lontoh, salah satu pemerhati olahraga lewat sebuah komentar di medsos.

Sementara itu, Pengky Simbar, ibunda Aellah mengatakan sejarah baru telah dialami putrinya Israellah Saweho ketika dinyatakan kalah WO. “Segala upaya sudah kami lakukan agar Aellah bisa main. Melakukan protes pada saat penimbangan berat badan hingga pemeriksaan kesehatan tapi sia-sia,” tukas Pengky.

Dikatakan Pengky, Sabtu pagi Aellah dibawa untuk timbang berat main karena jadwal pertandingan partai keenam. “Tapi setelah sampai ditempat penimbangan seolah-olah Aellah atlet gadungan yang mengemis untuk bisa bermain. Sebab, Aellah dilempar kesana kemari hingga ia menangis minta pengasihan agar bisa bertanding,” imbuh Pengky.

“Setelah melalui upaya akhirnya Aellah boleh timbang badan tapi tidak diperiksa kesehatan. Alasan dokter Pertina nanti diperiksa saat pertandingan karena akan diadakan rapat untuk legalitas Aellah boleh atau tidak untuk bermain. Kami pikir ada aura positif dan kami kembali ke hotel walaupun ada sedikit tindakan protes dari kami ke panitia,” lanjut Pengky.

“Saya sebagai orang tua dari Israellah sudah membuat surat pernyataan diatas materai siap bertanggung jawab asalkan Aellah bisa bertanding, tapi semuanya tidak ada gunanya. Saat pertandingan tiba Aellah main partai keenam. Pembacaan nama atlet yang akn bertanding pada partai Aellah dilewati. Kami juga berpikir masih ada jalan. Tapi setelah pertandingan berlangsung Aellah dinyatakan kalah WO,” kata Pengky.(dni)

Bagikan sekarang...

Berita Terbaru