Kondisi Ekonomi Konsumen di Sulawesi Utara Diperkirakan Menurun

BAGI Ke :

METRO, Manado- Kondisi ekonomi konsumen di Sulawesi Utara pada triwulan I 2020 diperkirakan cenderung dari triwulan IV 2019. Hal ini terlihat dari nilai indeks tendensi (ITK) Sulut pada triwulan I yang diperkirakan sebesar 97,87.

“Artinya dengan nilai indeks di bawah 100, maka kondisi ekonomi konsumen diperkirakan cenderung menurun dibanding triwulan IV 2019,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Ateng Hartono, kepada awak media Rabu (5/2) siang.

Dijelaskan Ateng, ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan kondisi pada triwulan mendatang. “Nilai ITK menunjukkan derajat optimisme kestabilan ekonomi yang ditunjukkan oleh perilaku konsumen dalam menyimpan dan membelanjakan pendapatan rumah tangganya,” jelasnya.

Baca Juga :  Kemenpora Apresiasi Prestasi Valentine Lonteng di POPNAS

Menurut Ateng, penurunan kondisi ekonomi konsumen ditunjukkan oleh nilai indeks pembelian barang tahan lama yang diperkirakan lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV 2019 yaitu sebesar 86,1.

“Ini menjadi warning bagi semua pihak, agar di triwulan I 2020 pendapatan-pendapatan rumah tangga semakin didorong agar optimisme konsumen semakin meningkat,” ungkap Ateng, sembari menambahkan bahwa pada triwulan mendatang masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara cenderung menahan atau mengurangi pengeluarannya, terutama untuk pembelian barang tahan lama termasuk berekreasi ke berbagai tempat wisata.

Baca Juga :  Dipimpin Nakoda Baru, Cabor Anggar Sulut Siap Berbenah

Meskipun kondisi perekonomian konsumen diperkirakan menurun, namun menurut Ateng komponen pendapatan rumah tangga menunjukkan peningkatan dengan nilai indeks sebesar 104,58. Kondisi tersebut, kata dia dapat dipahami terutama setelah adanya perayaan natal dan berbagai acara menyambut pergantian tahun baru yang cukup menghabiskan banyak biaya, masyarakat cenderung kembali fokus untuk bekerja, termasuk juga para pelajar yang harus kembali masuk sekolah karena libur sekolah telah usai.

“Nilai ITK menunjukkan derajat optimisme kestabilan ekonomi yang ditunjukkan oleh perilaku konsumen dalam menyimpan dan membelanjakan pendapatan rumah tangganya. Meningkatnya optimisme konsumen mengindikasikan keadaan ekonomi yang semakin baik, sehingga konsumen akan lebih banyak membelanjakan uangnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Demokrat Pecat GSVL Secara tak Terhormat

Sebaliknya, kata Ateng jika kondisi ekonomi dan optimisme konsumen menurun, maka konsumen akan cenderung mengurangi pengeluaran rumah tangga menyesuaikan dengan kondisi finansialnya.

“Pada triwulan IV 2019 nilai ITK Provinsi Sulawesi Utara sebesar 116,11 sekaligus menjadi yang tertinggi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), serta menempati urutan tertinggi ke 2 dari 34 provinsi secara nasional setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ITK 118,58,” pungkasnya.(71)