KORANMETRO.COM – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, mengungkapkan kekagumannya terhadap harmoni kehidupan lintas agama di Sulawesi Utara saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (5/7/2026). Menurutnya, semangat toleransi yang ditunjukkan masyarakat Sulawesi Utara merupakan contoh nyata kerukunan yang patut menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia.

Pembukaan MTQ berlangsung meriah dan dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara, jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara, para bupati dan wali kota bersama unsur Forkopimda dari 15 kabupaten/kota, tokoh agama, tokoh adat, dewan hakim, serta ratusan peserta dan kafilah. Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan Sulawesi Utara saat ini masuk tiga besar provinsi dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama tertinggi di Indonesia, yakni 81,62, melampaui rata-rata nasional sebesar 76,7. “Sulawesi Utara ini termasuk satu di antara tiga yang meraih provinsi yang paling rukun di Indonesia! Ini sangat mahal,” tegasnya.
Kekaguman tersebut semakin kuat setelah Menteri Agama menyaksikan pembukaan MTQ yang melibatkan berbagai unsur lintas agama, termasuk penampilan Mars MTQ oleh perwakilan dari beragam pemeluk agama. Baginya, pemandangan itu menjadi bukti bahwa nilai toleransi di Sulawesi Utara telah tumbuh menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat. “Saya bangga, karena pada kesempatan ini kita menyaksikan Mars MTQ dikumandangkan oleh komponen berbagai lintas agama dengan suara yang sangat merdu.”
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara atas persiapan dan penyelenggaraan MTQ. “Kami ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang telah bersedia menjadi tuan rumah MTQ ini,” ucap Menteri Agama.
Menutup sambutannya, Menteri Agama mengingatkan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat serta memperkuat persaudaraan dan moderasi beragama. “MTQ bukan sekadar ajang kompetisi. MTQ adalah institusi spiritual.” Dirinya berharap semangat “Torang Samua Basudara” yang telah menjadi identitas masyarakat Sulawesi Utara terus dijaga sebagai fondasi membangun Indonesia yang damai, harmonis, dan bersatu.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Dikemukakan Bupati, kehadiran Menteri Agama dan Gubernur Sulawesi Utara menjadi kehormatan bagi masyarakat Minahasa Utara. “Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, Kabupaten Minahasa Utara, untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan MTQ ke-31 tahun 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Kami juga berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri dan Bapak Gubernur yang hadir dalam pembukaan MTQ pada saat ini, sungguh menggembirakan bagi kami Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara,” ujar Bupati.
Menurut Joune Ganda, MTQ ke-31 ini berlangsung pada 6 hingga 11 Juli 2026 di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dengan mempertandingkan delapan cabang lomba yang diikuti 351 peserta dari 15 kabupaten/kota serta didukung 80 dewan hakim. Ia juga menegaskan semangat kerukunan di Minahasa Utara tercermin dalam penyelenggaraan MTQ, di mana kepanitiaan melibatkan semua unsur masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
“Di akhir laporan kami ini, Pak Menteri dan Pak Gubernur, kami sampaikan bahwa sebagai ketua panitia pelaksana ini adalah Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, yang juga adalah seorang Nasrani,” pungkas Bupati.(RAR)






