oleh

BPS-BPJAMSOSTEK Lindungi 2.272 Orang Tenaga SP2020 di Sulut

METRO, Manado- BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Manado melakukan penandatanganan MoU bersama Badan Pusat Statistik (BPS) yang ada di kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, terkait perlindungan bagi petugas Sensus Penduduk (SP) 2020. Penandatanganan Mou dilakukan secara daring antara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Manado, Hendrayanto dan Kepala BPS di kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.

“Yang akan dilindungi ada sekitar 2000-an orang tenaga sensus penduduk. Nanti dilindungi program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM),” kata Hendrayanto.

Dijelaskannya, santunan kematian akibat kecelakaan kerja mencapai 48 kali upah yang dilaporkan oleh perusahaan atau pemberi kerja atau peserta. Manfaat lain yang diterima peserta berupa beasiswa pendidikan bagi dua orang anak dari peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap, akibat kecelakaan kerja maksimal sebesar Rp174 juta.

“Bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, akan memperoleh pendampingan, mulai dari masuk perawatan di rumah sakit sampai peserta tersebut dapat kembali bekerja,” ungkap Hendrayanto.

Di program JKM, menurut Hendrayanto manfaat yang diperoleh peserta yaitu berupa manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, santunan berkala 24 bulan sebesar Rp12 juta yang dibayar sekaligus, biaya pemakaman sebesar Rp10 juta, serta beasiswa pendidikan bagi dua orang anak dari peserta yang meninggal dunia dengan masa iur minimal 3 tahun maksimal sebesar Rp174 juta.

“Keseluruhan manfaat jaminan kematian yang diterima sebesar Rp42 juta,” jelas Hendrayanto.

Dari data yang dirangkum METRO, diketahui bahwa petugas SP2020 di kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, tercatat sebanyak 2.272 orang. SP2020 akan digelar pada tanggal 1 hingga 25 September.

“Tata kelola SP2020 September berubah, terutama item-item yang ditanyakan dan tata cara pendataannya. Ini karena anggaran difokuskan ke penanganan Covid-19,” ujar Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Ateng Hartono.(71)